Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Perawatan untuk Bayi Pasca Dikhitan

0

Melakukan perawatan untuk anak pasca dikhitan tentu berbeda dengan perawatan untuk bayi yang baru dikhitan. Bayi tentu saja belum dapat berkomunikasi apa yang dirasakan, dan apa yang dikeluhkannya. Bayi hanya dapat berkomunikasi dengan tangisan.

Berikut ini panduan untuk perawatan bayi pasca dikhitan:

Jaga agar tetap bersih

Hal yang paling penting dalam merawat bayi setelah ia disunat yaitu jaga area kemaluan dan selangkangan tetap bersih. Setiap popoknya diganti, bersihkan area tersebut dari kotoran bayi dengan menggunakan lap. Anda dapat membersihkanya dengan sabun dan air hangat.

Setelah itu, jangan lupa untuk mengeringkan area tersebut sampai tuntas untuk mencegah terjadinya iritasi. Gunakan handuk atau kain lembut agar tetap terasa nyaman di kulit bayi.

Lindungi kemaluan sebaik mungkin

Setelah sunat, kemaluan bayi Anda akan dibalut dan biasanya balutan tersebut akan lepas ketika ia pipis. Beberapa dokter anak mungkin menyarankan Anda untuk membalutnya kembali, tapi ada beberapa dokter anak juga yang menyarankan untuk tidak dibalut kembali.

Jadi, sebaiknya coba Anda konsultasikan kepada dokter anak Anda masing-masing. Jika Anda diminta untuk membalut kemaluan bayi Anda kembali, biasanya Anda akan disarankan untuk mengoleskan salep di ujung penis bayi sebelum Anda membalutnya kembali dengan kasa steril. Hal dilakukan agar kasa tidak melekat pada kulit.

Akan tetapi, jika dokter menyarankan untuk tidak membalut kembali, yang Anda lakukan hanya mengoleskan salep antibiotik setiap popok bayi Anda diganti. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi gesekan antara kemaluan bayi Anda dengan popok yang ia pakai.

Gunakan popok dobel

Hal ini bersifat opsional (boleh dilakukan dan boleh tidak). Namun, penggunaan popok dobel dapat mengurangi nyeri yang dirasakan bayi. Popok dobel tersebut dapat menjadi “bantalan” bagi kemaluan bayi dan mengurangi tekanan pada daerah tersebut setiap ia bergerak.

Hati-hati ketika memandikan bayi

Jika bayi baru disunat, Anda tetap boleh memandikannya. Mandi dengan menggunakan spons mandi atau lap air hangat lebih dianjurkan pada dua hari awal setelah sunat.

Setelah itu, Anda boleh memandikan bayi Anda dengan normal kembali. Mandikan bayi Anda dengan menggunakan air hangat setiap hari selama seminggu. Akan tetapi, jangan sampai airnya terlalu panas ya.

Berikan obat pereda nyeri jika diperlukan

Tanda yang dapat dilihat jika bayi anda kesakitan yaitu menangis, tidak mau tidur, dan tidak mau makan. Pada 24 jam pertama setelah sunat, Anda dapat memberikan obat pereda nyeri berupa yang dianjurkan dokter. Perhatikan dosis dan petunjuk pemakaian yang disarankan oleh dokter.

Loading...

Hal yang harus diperhatikan pada bayi setelah sunat

Setelah sunat, ujung kemaluan bayi Anda akan terlihat sedikit kemerahan atau kekuningan selama 7 hingga 10 hari. Anda harus memperhatikan penyembuhan luka pada bayi Anda karena jika ditemukan adanya komplikasi, Anda harus segera membawa bayi Anda ke dokter. Segera bawa bayi Anda ke dokter jika Anda menemukan gejala-gejala berikut ini.

– Kemerahan pada ujung penis yang makin memburuk setelah 3 sampai 5 hari.

– Kemerahan pada kulit yang menyebar hingga ke perut dan kaki.

– Darah yang mengalir lebih banyak daripada yang biasanya (lebih dari seperempat luas popoknya).

– Cairan kekuningan yang mengalir dari luka sunatan.

– Bayi Anda mengalami demam.

– Bayi Anda rewel, menangis dengan kuat, tidak mau makan atau muntah.

– Bayi Anda sulit kencing setelah sunat.

Jika Anda dan suami sudah yakin melakukan khitan selagi anak masih bayi, maka tak perlu takut untuk melakukan perawatan pasca anak dikhitan. []

Sumber: hellosehat.com



Artikel Terkait :
Loading...

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline