Breaking News
Foto: pixabay

Kapan Harus Mengkhitan Anak?

Khitan atau sunat bagi anak merupakan bagian dari fitrah dan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah. Kebiasaan mengkhitan anak di Indonesia sering dikaitkan dengan budaya dan adat. Sebagian masyarakat ada yang melarang khitan sebelum bayi berumur di atas satu tahun, ada pula yang mengkhitan anaknya setelah anak menduduki bangku SD. Secara syari kapankah seharusnya mengkhitan anak?

Abu Hurairah berkata, “saya mendengar Nabi bersabda: “Fitrah itu ada lima, yaitu: mencukur bulu kemaluan, mencukur kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak. “ (HR. Bukhari)

Lalu, kapan sebaiknya anak dikhitan?

Ibnu Abbas mengatakan, “orang-orang tidak mengkhitan anak sebelum berakal.” Al-Maimuni berkata, “Saya pernah mendengar Imam Ahmad berkata, Dahulu Al Hasan Al Bashri memakruhkan khitan anak pada hari ketujuhnya.”

Hanbal mengatakan, “Abu Abdullah (Imam Ahmad) berkata, Tiada masalah bila si anak dikhitan pada hari ketujuh dari kelahirannya. Al Hasan menilai makruh hal ini hanya untuk menghindarkan diri dari tasyabuh dengan orang-orang Yahudi, tetapi sebenarnya tidak menjadi masalah.”

Makhul mengatakan, “Ibrahim mengkhitan anaknya, Ishaq, saat berusia tujuh hari, dan mengkhitan Ismail pada usia 13 tahun. Demikianlah seperti yang disebutkan oleh Al-Khallal.”

Ibnu Taimiyyah berkata, “Khitan Ishaq menjadi tuntunan yang diikuti di kalangan anak keturunannya dan khitan Ismail juga menjadi tuntunan yang diikuti di kalangan keturunannya. Akan tetapi, berkaitan dengan khitan Nabi masih diperselisihkan mengenai waktunya kapan hal itu terjadi.” (Zadul Ma’ad)

Ibnul Qayyim mengutip pendapat Kamaluddin bin Al-Adim yang mengatakan bahwa Nabi dikhitan menurut tradisi yang berlaku di kalangan orang-orang Arab dan tuntunan berkhitan ini merupakan tradisi yang biasa dilakukan oleh orang-orang Arab semuanya.

Khitan merupakan perlambang kesucian, kebersihan, hiasan, keindahan bentuk, dan keseimbangan syahwat. Bila khitan diabaikan, ini sama artinya bahwa manusia tidak berbeda dengan binatang. Dan bila khitan ditinggalkan sama sekali, sama artinya manusia sudah seperti benda mati. Khitan yang menyeimbangkan antara dua keadaan tersebut. Dengan khitan akan lebih bersih dan indah serta terjaga syahwat. []

Sumber: Islamic Parenting, Syaikh Jamal Abdurrahman, Aqwam



Artikel Terkait :

About Wini

Check Also

rasa syukur, kecantikan, anugrah dari Allah

10 Bahan Alami Mencerahkan Bibir

Keindahan bibir dilihat dari bentuk dan warnanya, konon bibir dengan warna merah merona merupakaan dambaan setiap wanita. Begitu pentingnya bibir bagi penampilan kaum Hawa, bahkan membuat orang rela melakukan berbagai cara memerahkan bibir.

Tinggalkan Balasan