Breaking News

Mengenakan Pakaian Ketat di Hadapan Suami

Setiap isteri tentu ingin suami bahagia karenanya. Seeorang isteri menyenangkan hati suami termasuk nilai ibadah. Isteri menyenangkan hati suami melalui banyak cara seperti selalu menyiapkan makanan yang dimasaknya, menyiapkan pakaian suami, berhias diri untuk suami dan masih banyak yang lainnya.

Namun, ketika menyenangkan hati suami bolehkah seorang istri memakai pakaian ketat di hadapan suami? Sedangkan pakaian ketat adalah pakaian yang sering dipakai oleh wanita kafir.

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid menyatakan, boleh saja seorang istri mengenakan pakaian ketat di hadapan suaminya. Seperti ini tidak dianggap sebagai bentuk menyerupai pakaian orang kafir. Karena yang disebut tasyabbuh atau menyerupai orang kafir yang terlarang adalah menyerupai pada sesuatu yang jadi ciri khas mereka, yang di mana yang ditiru bukanlah hal yang ditemukan pada kaum muslimin.

Memakai pakaian yang kecil (ketat) termasuk dalam bentuk berhias di hadapan suami. Seperti itu tidak disebut tasyabbuh yang tercela. Sebab semua orang melakukan hal yang sama, bukan orang kafir saja.

Namun hati-hati jika bertabarruj (berdandan) seperti itu untuk di luar rumah atau berhias seperti itu di hadapan yang bukan mahram, jelas seperti itu dilarang. (Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, https://islamqa.info/ar/224003)

Dalil yang menunjukkan hendaknya wanita tidak memakai pakaian ketat (saat keluar rumah) adalah hadits dari Usamah bin Zaid di mana ia pernah berkata: “Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah memakaikanku baju Quthbiyyah yang tebal. Baju tersebut dulu dihadiahkan oleh Dihyah Al Kalbi kepada beliau. Lalu aku memakaikan baju itu kepada istriku. Suatu kala Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menanyakanku: ‘Kenapa baju Quthbiyyah-nya tidak engkau pakai?’. Kujawab, ‘Baju tersebut kupakaikan pada istriku wahai Rasulullah’. Beliau berkata, ‘Suruh ia memakai baju rangkap di dalamnya karena aku khawatir Quthbiyyah itu menggambarkan bentuk tulangnya,’” (HR. Ahmad dengan sanad layyin, namun punya penguat dalam riwayat Abi Daud. Ringkasnya, derajat hadits ini hasan).

Adapun larangan tabarruj disebutkan dalam ayat: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyyah yang dahulu” (QS. Al-Ahzab: 33).

Jadi, tak apa jika ingin memakai pakaian ketat dihadapan suami. Sebab itu termasuk perbuatan untuk menyenangkan hati suami. Beda halnya jika memakai pakaian ketat untuk ke luar rumah, hal itu jelas di larang. []

Sumber: rumaysho.com



Artikel Terkait :

About Astiah

Check Also

7 Tanda Suami Punya Selingkuhan

Suami dinyatakan selingkuh bukan sekadar karena kamu sebagai istri merasa ia berbeda. Harus ada bukti nyata sampai seorang istri bisa mengatakan suaminya berselingkuh.

Tinggalkan Balasan