Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Soal Menikah, Ukhti Jangan Mau Terhimpit Ekonomi

0

Di antara banyak hal yang menyebabkan keraguan dalam menikah, faktor ekonomi adalah salah satunya. Menikah dalam keadaan ekonomi yang belum kuat merupakan hal yang diperbincangkan oleh masyarakat. Bagi seorang muslimah pun faktor ekonomi adalah hal yang menjadi pertimbangan disamping intelegensi dan keturunan.

Kebutuhan ekonomi keluarga memang tidak dapat dipungkiri. Tidak mudah ditemukan keluarga yang langgeng tanpa materi . hal inilah yang selalu menjadi pertimbangan para muslimah.

Adapun seorang muslimah yang sudah siap menikah, pihak pria yang ingn menikahi pun menunda akibat alasan ekonomi ini. Di kalangan orang tua pun biasanya mensyaratkan pekerjaan yang tetap bagi calon menantunya. Maka faktor ekonomi menajadi faktor dominan seleksi perjodohan.

Persepsi bahwa ekonomi adalah syarat mutlak menimba keluarga adalah hal yang tidak benar. Sahabat Rosulullah Saw pernah memberikan mahar berupa bacaan Al-Fatihah atau ada juga yang mengajarkan ilmu baca tulis Al-Qur’an. Hal ini menunjukan betapa faktor ekonomi bukanlah penentu utama.

Dalam masyarakat sunda sendiri ada sebuah peribahasa yang berkata “ tidak ada bujang yang kaya”. Hal tersebut menunjukan bahwa kekayaan sesungguhnya akan didapat melalui pernikahan, walaupun sebelumnya sudah dibangun terlebih dahulu ketika masih melajang.

Rasulullah Saw pernah bersabda “Carilah harta dalam rumah tanggamu.” Artiya pintu rezeki aan terbuka lebar setelah berumah tangga asal mau berusaha.

“Barangsiapa yang telah diberi rizki oleh Allah dengan (menikahi) seorang wanita yang salihah, maka dia telah melaksanakan setengah agamanya, maka bertakwalah kepada Allah dalam setengahnya yang kedua.” (HR. Al-Hakim).

Tak jarang orang yang ketika melajang hidup seadanya menjadi berkecuupan setelah menikah. Inilah kebenaran firman Allah bahwa manusia diberi kecintaan pada wanita dan harta. Karena terdesak tanggung jawab akhirnya usaha apa pun dilakukan tanpa gengsi.

Menikah saat mampu adalah kebaikan. Tetapi memampukan diri untuk menikah juga merupakan kebaikan. []

Redaktur: Karisa P. Yeli
Sumber: Bila Jodoh Tak Kunjung Datang, Abu Alghifari, Mujahid Press : Bandung, 2002



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline