Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Menikah? Apa Harus Berdebat Dulu dengan Orang Tua?

0

Benturan antara orang tua dan anak sering terjadi, sehingga orang tua dan anak menemui kesulitan dalam menyamakan persepsi mengenai jodoh yang tepat.

Adapun benturan tersebut diantaranya adalah hal-hal berikut,

Pertama, orang tua selalu tidak setuju dengan pasangan yang dipilih anaknya. Sehingga memberi alternatif atau pilihan lain. Pada umumnya orang tua menginginkan anaknya menikah dengan laki-laki yang terpandang, pintar,dan berstatus sosial tinggi. Hal tersebut adalah wajar dilakukan. Namun ketika keinginan tersebut bersikap tidak terbuka maka akan membingungkan bagi anaknya.

Kedua, orang tua secara sengaja memaksakan keinginannya dengan mendatangkanpasangan yang tidak disukai anaknya. Meskipun ada anak yang mengikuti hal tersebut. Namun kebanyakan memilih berontak jika tawaran tersebut tidak disertai alasan yang kuat. Hingga akhirnya muslimah meimlih untuk tidak menikah dibandingkan menikah dengan orang yang tidak dicintainya.

Ketiga, adalah orang tua mengharuskan anak menikah dengan pasangan yang telah ditentukan syarat-syaratnya oleh mereka. Yakni ketika orang tua tidak mematok dengan siapa seharusnya anaknya menikah. Melainkan menentukan kriteria-kriteria yang terkadang mempersulit hadirnya jodoh tersebut.

Doktrin keluarga terhadap anak mungkin bertujuan baik. Namun idealisme tersebut jika tidak dibarengi toleransi justru akan menghambat perjalanan jodoh para muslimah.

Hal ini tentunya tidak akan terjadi apabila orang tua memahami. Pentingnya mendahulukan tuntunan syar’i untuk segera menikahkan anaknya.

Terkadang faktor materi yang membuat orang tua kesulitan melepaskan anaknya pada seorang pria sekalipun baik secara agamanya, dan rajin bekerja keras. Padahal materi justru terkadang datang setelah menikah. Dan Allah berfirman : “Dan (segeralah) menikah orang-orang yang masih sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang pantas menikah di antara hamba-hamba sahayamu yang saleh baik laki-lak maupun wanita. Jika mereka itu golongan miskin, Allah akan memberikan kemapuan kepada mereka atas karunia-Nya. Allah maha luas lagi Maha mengetahui.” (QS,An-Nur: 32)

Maka jika ukhti sudah merasa cukup pantas untuk menikah. Segera ajak bicara kedua orang tua.

Sampaikanlah bahwa ukti memiliki niat mulia untuk melindungi kedua orang tua dari fitnah dunia. Jangan lupa pula untuk menggunakan bahasa yang santun, dan mudah dipahami keduanya. Seandainya masih sulit, maka berdo’alah agar Allah bukakan hati kedua orang tua kita. Atau berdo’a agar didatangkan pasangan yang sesuai dengan harapan orang tua. Namun juga sesuai untuk meningkatkan keimanan ukhti kepada Allah. []

Redaktur: Karisa P.Yeli
Sumber: Bila Jodoh Tak Kunjung Datang, Abu Alghifari, Mujahid Press : Bandung, 2002



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline