Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ringkasan Cara Membersihkan Najis

0

Sudah tahukah Anda cara membersihkan najis yang benar seperti apa? Berikut caranya :

1. Menyucikan kulit bangkai dengan samak

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, ia mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيُّمَا إِهَابٍ دُبِغَ فَقَدْ طَهُرَ.

“Kulit bangkai apa saja jika disamak, maka ia suci.” [Shahih: Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 2907)]

2. Menyucikan bejana yang dijilat anjing

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

طُهُوْرُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيْهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُوْلاَهُنَّ بِالتُّرَابِ.

“(Cara) menyucikan bejana seorang di antara kalian jika dijilat anjing adalah membasuhnya tujuh kali. Yang pertama dengan tanah.” [Telah disebutkan takhrijnya]

3. Menyucikan baju yang terkena darah haidh

Dari Asma’ binti Abi Bakar Radhiyallahu anhu, ia berkata, *“Seorang wanita datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Baju salah seorang di antara kami terkena darah haid. Apakah yang harus dia lakukan?’

Beliau bersabda:

تَحُتُّهُ ثُمَّ تَقْرُصُهُ بِالْمَاءِ ثُمَّ تَنْضَحُهُ ثُمَّ تُصَلِّي فِيْهِ.

“Keriklah, kucek dengan air, lalu guyurlah. Kemudian shalatlah dengan (baju) itu.” [Telah disebutkan takhrijnya]

Jika setelah itu masih ada bekasnya, maka tidak masalah.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Khaulah binti Yasar berkata, “Wahai Rasulullah, saya hanya mempunyai satu baju. Saya memakainya ketika haidh.” Beliau bersabda, “Jika engkau telah suci, cucilah tempat yang terkena darah itu, lalu shalatlah dengannya.” Dia berkata, “Wahai Rasulullah, jika bekasnya tidak hilang?” Beliau bersabda:

Loading...

يَكْفِيْكِ الْمَاءُ وَلاَ يَضُرُّكِ أَثَرُهُ.

“Air telah mencukupimu dan bekasnya tidak masalah bagimu.” Shahih: Shahiih Sunan Abi Dawud (no. 351

4. Menyucikan bagian bawah pakaian wanita (ekor pakaian).

Dari Ummu Walad (budak wanita yang melahirkan anak majikannya) milik Ibrahim bin ‘Abdurrahman bin ‘Auf. Dia berkata kepada Ummu Salamah, isteri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Saya adalah wanita yang berpakaian panjang dan saya berjalan di tempat kotor.” Ummu Salamah Radhiyallahu anhuma mengatakan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُطَهِّرُهُ مَا بَعْدَهُ.

“(Ujung pakaian yang terkena kotoran tadi) disucikan oleh (tanah) yang berikutnya.” [Shahih: Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 430)]

5. Menyucikan pakaian yang terkena kencing bayi laki-laki yang masih menyusu

Dari Abu as-Samh, pembantu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia mengatakan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُغْسَلُ مِنْ بَوْلِ الْجَارِيَةِ، وَيُرَشُّ مِنْ بَوْلِ الْغُلاَمِ.

“Air kencing bayi perempuan dicuci. Sedangkan air kencing bayi laki-laki diperciki.” Shahih: [Shahiih Sunan an-Nasa-i (no. 293)

6. Menyucikan pakaian yang terkena madzi

Dari Sahl bin Hunaif, dia berkata, “Aku mengalami kesulitan karena madzi. Aku sering mandi karenanya. Kuadukan masalahku ini kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda, “Cukuplah bagimu wudhu.” Aku berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan yang mengenai pakaian saya?” Beliau bersabda:

يَكْفِيْكَ أَنْ تَأْخُذَ كَفًّا مِنْ مَاءٍ فَتَنْضَحُ بِهِ ثَوْبَكَ، حَيْثُ تَرَى أَنَّهُ قَدْ أَصَابَ مِنْهُ.

“Cukup ambil segenggam air lalu guyurkan (percikkan) pada pakaianmu yang terkena olehnya.” [Hasan: Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 409)]

7. Menyucikan bagian bawah sandal

Dari Abu Sa’id Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيُقَلِّبْ نَعْلَيْهِ وَلْيَنْظُرْ فِيْهِمَا، فَإِنْ رَأَى خَبَثًا فَلْيَمَسَّهُ بِاْلأَرْضِ ثُمَّ لِيُصَلِّ فِيْهِمَا.

“Jika salah seorang di antara kalian datang ke masjid, hendaklah ia membalik sandal dan melihatnya. Jika melihat kotoran padanya, hendaklah ia gosokkan ke tanah, lalu shalat dengannya.” [Shahih: Shahiih Sunan Abi Dawud (no. 605)

8. Menyucikan tanah

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Seorang Arab Badui berdiri lalu kencing di masjid. Orang-orang lantas menghardiknya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada mereka:

دَعُوْهُ، وَهَرِيْقُوْا عَلَى بَوْلِهِ سَجْلاً مِنْ مَاءٍ -أَوْ ذَنُوْباً مِنْ مَاءٍ- فَإِنَّمَا بُعِثْتُمْ مُيَسِّرِيْنَ وَلَمْ تُبْعَثُوْا مُعَسِّرِيْنَ.

“Biarkan dia. Guyurkan setimba atau seember air pada kencingnya. Sesungguhnya kalian diutus untuk memudahkan, bukan menyusahkan.” [Muttafaq ‘alaihi].

 

Sumber: Disalin dari kitab Al-Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil Aziiz, Penulis Syaikh Abdul Azhim bin Badawai al-Khalafi



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline