Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Teman Baik yang akan Tetap Langgeng Hingga Surga

0

الأخِلاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلا الْمُتَّقِينَ

Artinya: “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa”. QS. Az-Zukhruf: 67

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, yang artinya,

Yakni semua sahabat dan teman yang didasari bukan karena Allah, kelak di hari kiamat berbalik menjadi permusuhan. Kecuali apa yang berdasarkan karena Allah Ta’ala, maka sesungguhnya hal itu akan tetap kekal berkat kekekalan Allah Ta’ala.

Kemudian beliau membawakan hadist dari Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Al-Haris, dari Ali radhiyallahu anhu, sehubungan dengan makna firman-Nya:

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (Az-Zukhruf: 67)

Yang dimaksud adalah dua orang mukmin yang berteman karib, dan dua orang kafir yang saling berteman karib.

Salah seorang dari kedua orang mukmin yang berteman itu diwafatkan, dan ia diberi kabar gembira akan masuk surga, lalu teringatlah ia kepada temannya itu.

Maka ia berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya si Fulan adalah teman dekatku. Dia selalu memerintahkan kepadaku agar taat kepada Engkau dan taat kepada rasulMu, serta selalu memerintahkan kepadaku melakukan kebaikan dan melarangku melakukan perbuatan jahat, dan dia bercerita kepadaku bahwa aku akan bersua dengan Engkau.

Ya Allah, janganlah Engkau sesatkan dia sesudahku hingga Engkau perlihatkan kepadanya seperti apa yang Engkau perlihatkan kepadaku sekarang, dan Engkau ridhai dia sebagaimana Engkau ridhai diriku.”

Maka dikatakan kepadanya, “Pergilah, sekiranya kamu mengetahui apa yang disediakan untuknya di sisi-Ku, tentulah engkau banyak tertawa dan sedikit menangis.”

Kemudian temannya itu diwafatkan, lalu keduanya bersua di alam arwah, maka dikatakan kepada keduanya, “Hendaklah salah seorang dari kamu berdua saling memuji kepada temannya.”

Maka masing-masing dari keduanya berkata kepada temannya, “Engkau adalah sebaik-baik saudara, engkau adalah sebaik-baik teman, dan engkau adalah sebaik-baik kekasih.”

Apabila salah seorang dari dua orang kafir yang berteman meninggal dunia, lalu ia diberi ancaman akan masuk neraka, teringatlah ia kepada temannya.

Ia berkata, “Ya Allah, sesungguhnya teman dekatku si Fulan selalu menganjurkan kepadaku untuk berbuat durhaka terhadap Engkau dan mendurhakai rasul-Mu, memerintahkan kepadaku untuk melakukan kejahatan dan melarangku mengerjakan kebaikan, dan ia bercerita kepadaku bahwa aku tidak akan bersua dengan Engkau.

Ya Allah, janganlah Engkau beri dia petunjuk sesudahku hingga Engkau perlihatkan kepadanya hal yang semisal dengan apa yang Engkau perlihatkan kepadaku (neraka), dan Engkau murkai dia sebagaimana Engkau murkai aku.”

Loading...

Maka temannya yang kafir itu diwafatkan. Kemudian berkumpullah keduanya, lalu dikatakan, “Hendaklah masing-masing dari kamu yang lainnya.”Maka masing-masing dari keduanya mengatakan kepada temannya, “Engkau adalah seburuk-buruk saudara, engkau adalah seburuk-buruk teman, engkau adalah seburuk-buruk kekasih.”

Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.

Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu Mujahid, dan Qatadah mengatakan, bahwa setiap persahabatan akan menjadi permusuhan di hari kiamat kecuali orang-orang yang bertakwa. (Tafsir Ibnu Katsir juz 4, hlm 114)

Wahai saudaraku,

Penting buat anda untuk mencari teman yang baik, berteman karena Allah Ta’ala; teman saling mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran. Teman yang seperti ini akan memberikan manfaat kepada anda, dan akan terus berlanjut sampai di surga insyaallah.

Berbeda dengan teman yang buruk, teman yang selalu mengajak perbuatan mungkar dan maksiat, teman yang membuat lemah iman anda, maka teman yang buruk seperti ini akan membahayakan anda, dan membuat anda merugi.

Berteman karena Allah Ta’ala, ikhlas karena Allah Ta’ala, karena teman itu adalah seorang yang shalih, maka kita jadikan teman, bukan karena dunia, bukan karena apapun, namun semata-mata berteman karena Allah Ta’ala di jalan Allah Ta’ala.

Maka, lihatlah sekeliling anda,

Siapakah yang menjadi teman anda? []

Oleh: Ustadz Agus Santoso, Lc., M.P.I



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline