Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Empat Rahasia Sukses Bisnis Suami Istri (2)

0

Melanjutkan…. artikel ke-2

3. Pisahkan Kotak Bisnis
Banyak bisnis keluarga yang amburadul karena tidak melakukan pemisahan kotak bisnis. Mereka mencampurkan keuangan bisnis dengan keuangan keluarga. Banyak keuntungan bisnis yang digunakan untuk keperluan pribadi. Dan keperluan tersebut tidak berhubungan sedikit pun dengan keperluan bisnis.

Seharusnya, ada pemisahan yang jelas. Seorang pelaku bisnis harus menentukan gaji yang seharusnya mereka terima dan itu termasuk dalam biaya operasional bisnis. Jumlahnya harus tetap.

Opsi lainnya diambil dari presentase keuntungan yang didapatkan. Sehingga jumlahnya bisa bertambah atau berkurang, namun presentasenya tetap dalam kurun waktu tertentu.

Hanya dengan cara ini bisnis keluarga akan selamat. Dan akan berujung pada kebinasaan bisnis tatkala seorang pelaku bisnis kerap menggunakan uang bisnis untuk keperluan pribadi tanpa batas.

4. Tetapkan Standar Hidup
Ini merupakan godaan yang dahsyat bagi para pelaku bisnis. Gaya hidup. Tatkala omset masih puluhan juta, gaya hidup biasa-biasa saja. Namun ketika bisnisnya dibanjiri order dan omset serta profit naik signifikan dalam masa yang cepat, gaya hidup pun langsung naik. Motifnya hanya gengsi.

Padahal, gaya hidup ini sering menipu. Kang Rendy Saputra menjelaskan, “Gaya hidup itu bisa dipertahankan. Bisa dinaikkan. Tapi, sangat sukar untuk diturunkan.”

Omset baru puluhan juta, langsung mengambil cicilan mobil. Saat omset naik, gengsi ditingkatkan. Cicilan rumah. Padahal bisnis belum stabil. Ketika pasar turun, sementara cicilan harus tetap dibayar, cash flow bisnis pun akan kacau seketika.

Di sinilah bencana bisnis bermula. Sudah banyak kisahnya.

Tatkala cash flow kacau, seorang pebisnis akan mengalami kekhawatiran yang berdampak pada performa diri dalam mengelola bisnis. Fokusnya hanya pada jumlah cicilan, kekhawatiran jika tidak bisa mencicil, takut dengan bayangan debt collector, sitaan, dan kebangkrutan.

Tatkala fokus sudah kacau, akan amat sukar bagi seorang pebisnis untuk memajukan bisnisnya. Bisa-bisa, semua mobil dijual, rumah pun dilepas. Kemudian mereka terpuruk dalam bencana finansial.

Kang Rendy menuturkan, “Jika penghasilan naik, tetaplah pada standar hidup yang membuat Anda nyaman.” Beliau berulang-ulang mengingatkan tentang dua keterampilan penting yang harus senantiasa dijaga dan ditingkatkan; getting money dan keeping money. Mendapatkan uang itu penting, tapi menjaganya jauh lebih penting. Agar diposkan sesuai dengan kebutuhan, bukan gengsi belaka.

Wallahu a’lam. []

Sumber: KC



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline