Breaking News
Foto: Pinterest

Sentuhan Mesra Suami yang Didamba Isteri

Oleh: Muhammad Nuh

Kemesraan adalah ungkapan terindah dari seorang suami kepada isterinya. Dan pada saat yang sama, isteri pun akan membalasnya dengan sentuhan mesra yang sama. Pandangan, sentuhan, dan bisikan, adalah di antara ungkapan mesra suami isteri.

Rasulullah saw. mengajak kita untuk selalu mesra kepada isteri. Rasul pun menakar baiknya pola hubungan itu dengan takaran iman. Semakin tinggi iman seseorang, semakin bagus pola hubungannya dengan isteri.

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya. Dan, orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih)

Berikut ini di antara bukti kemesraan Rasulullah saw. kepada isterinya, sesuatu yang mungkin belum kita lakukan atau bahkan tak terbayang oleh kita.

Ciuman mesra

Ciuman adalah ungkapan cinta yang paling terasa. Ia begitu sederhana, tapi punya kesan yang dalam. Inilah yang dilakukan Rasulullah, saat akan keluar rumah atau pulang dari berpergian.

Dari Aisyah r.a., “Rasulullah saw. mencium isterinya saat akan pergi  menunaikan shalat tanpa berwudhu lagi.” (HR. Ahmad)

Terlepas dari khilafiyah fikih berwudhu karena menyentuh isteri, kemesraan Rasulullah saw. ini memberikan sinyal yang begitu kuat pentingnya ‘sekadar’ mencium isteri. Bahkan, itu beliau saw. lakukan ketika hendak menunaikan ibadah ke masjid yang jarak antara rumah Rasul dengan masjid 0 meter, karena berhimpitan.

Suatu ungkapan cinta yang mungkin dianggap sebagian pasangan suami isteri di era kita sebagai ‘lebay’. “Deket aja pake ciuman!”

Menyebut isteri dengan panggilan istimewa

Pernahkah Anda memanggil isteri dengan sapaan ‘pingki’ atau ‘cinta’. Sebagian kita mungkin akan mengatakan, “Alah, nggak gitu amat kali!” Atau, genit amat sih, sudah tua tau!

Tapi itulah yang dilakukan Rasulullah saw. saat memanggil Aisyah. Padahal, usia Rasulullah sudah hampir enam puluh tahun. Rasul memanggil Aisyah dengan panggilan ‘Humaira’ atau si merah jambu. Sebuah ungkapan cinta yang saat ini digandrungi anak-anak muda.

Mandi bersama isteri

Pernahkah Anda mandi berdua dengan isteri, saling bercanda di kamar mandi, dan bermesraan melalui cipratan air. Jangan-jangan, membayangkan pun belum pernah. Karena itu terkesan rendah, tidak pantas dilakukan pasangan muslim, dan sebagainya.

Itulah di antara kegiatan Rasulullah saw. saat mandi bersama isterinya. Mandi dari bak yang sama, dan dengan gayung yang sama.

Loading...

Dari Aisyah r.a., “Aku pernah mandi junub bersama Rasulullah saw. dengan satu wadah air. Tangan kami selalu bergantian menyenduk air.” (HR. Mutafaqun ‘alaih)

Bukan hanya dengan Aisyah, Ummu Salamah pun memberikan kesaksian bahwa ia biasa mandi bersama Rasulullah saw.

Merebahkan kepala di pangkuan isteri

Rasulullah saw. yang super sibuk seperti itu, bisa menyempatkan waktu untuk bersantai bersama isterinya. Ia rebahkan kepalanya di pangkuan isteri.

Inilah yang disampaikan Aisyah r.a. menceritakan pengalamannya saat bersama Rasulullah saw. “Rasulullah saw. menyandarkan kepalanya di atas pangkuanku. Padahal, aku sedang haid.” (HR. Muslim)

Makan dan minum bersama isteri dengan wadah yang sama

Nasi sepiring, makan berdua. Inilah ungkapan yang mempunyai kesan betapa susahnya hidup, satu porsi makanan dinikmati dua orang.

Itulah di antara yang dilakukan Rasulullah saw. bersama isterinya. Dari Aisyah r.a., “Aku biasa makan his (sejenis bubur) bersama Rasulullah saw.” (HR. Bukhari)

Bukan hanya dalam makan, minum pun Rasulullah saw. dengan satu gelas bersama isterinya. Aisyah mengatakan, “Aku minum dari sebuah gelas, kemudian Rasulullah mengambil gelas itu dan meminumnya di bekas bibir saya. Dan ketika aku menggigit makanan, Rasulullah juga meletakkan mulutnya di bekas bibirku.” (HR. Muslim)

Menangkap rahasia hati isteri

Umumnya suami ingin dipahami oleh isteri, begitu pun sebaliknya. Tanpa belajar untuk memahami pasangannya. Tingkat tertinggi memahami pasangan adalah menangkap isi hati isteri atau suami tanpa harus diungkapkan secara langsung.

Inilah yang dilakukan Rasulullah kepada isterinya. Ia bisa memahami betul apakah isterinya sedang marah atau tidak. Rasulullah saw. pernah mengatakan kepada Aisyah r.a., “Sungguh aku tahu jika kamu sedang senang kepadaku atau sedang marah. Jika kamu sedang senang, kamu akan mengucapkan, ‘Tidak, demi Tuhannya Muhammad. Tapi jika sedang marah, kamu akan mengatakan, ‘Tidak, demi Tuhannya Ibrahim.” (HR. Muslim). []

 



Artikel Terkait :

About Wini

Check Also

8 Syarat yang Membuat Pernikahan Penuh Berkah

Menikah adalah ibadah, menikah adalah realisasi dari ketaatan kepada Allah dan Rasul, menikah adalah bagian dari aplikasi syari’ah. Maka luruskan niat, ikhlas karena Allah, karena menikah akan menjadi ibadah terpanjang dalam kehidupan manusia.

Tinggalkan Balasan