Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Strategi Menghadapi Suami Pelit

0

Menjalani rumah tangga pasti ada pasang surutnya, setiap orang akan diuji dengan berbagai ujian sesuai dengan kadar iman dan kesanggupannya. Nah kalo suami pelit, itu ujian bukan ya untuk seorang istri? Hehe

Tatkala masalah ini terjadi, suami tidak memberikan nafkah dengan cukup, padahal ia mampu melakukannya, ada strategi jitu bagi seorang istri. Solusi Islam bagi seorang istri yang suaminya pelit adalah diperbolehkan untuk mengambil apa yang dibutuhkan dari milik suami, tanpa sepengetahuan suami. Inilah jalan keluar dari syariat yang mulia ini agar seorang istri tidak terlilit kesusahan dalam mengurus rumah tangga.

Syaikh Husain al-Awayisyah hafizhahullah mengatakan, “Seorang istri berhak meminta (suami) bagian nafkah yang dibutuhkan bagi dirinya dan anak-anak. Dan ia pun boleh mengambil dari uang milik suami secukupnya dengan cara baik-baik, tanpa berlebihan, meski suami tidak mengetahuinya.”

Hal ini berdasarkan hadits dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha bahwasanya Hindun binti Utbah Radhiyallahu ‘anha berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya Abu Sufyan seorang lelaki yang pelit. Maka, aku pun terpaksa mengambil dari uangnya (untuk keperluan nafkah). Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خُذِيْ مَا يَكْفِيْكِ وَوَلَدَكِ بِالْمَعْرُوْفِ

“Ambillah apa yang mencukupi dirimu dan anakmu dengan cara yang baik-baik.” (HR. Al-Bukhâri no.7180 dan Muslim no.1714)

Jawaban Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut menjadi solusi bagi setiap istri yang mengalami masalah yang sama. Tatkala mereka mendapati model suami-suami yang pelit dan hanya pemberi harapan palsu saja, ia tidak mesti datang ke pengadilan untuk mengadukan keluhannya tersebut. Dan tidak setiap wanita bisa pergi ke pengadilan untuk hal tersebut. Maka istri yang diperbolehkan mengambil uang suami tanpa sepengetahuannya sebatas kecukupan ia dan anak-anaknya, itu harus bersifat rasyîdah (memiliki akal yang matang dan dewasa). Inilah tingkatan seorang istri yang penuh dengan keistimewaan, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ

“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya harta (mereka yang berada dalam kekuasaanmu)” (QS. An-Nisa’ 4:5)

Ia bukan termasuk istri serakah yang mengambil hanya untuk bersenang-senang atau istri yang durhaka, tidak amanah terhadap apa yang diambil olehnya. Namun, ia mengambil sesuai dengan haknya dan juga anak-anaknya.

Nah shalihah, semoga bermanfaat ya. []

 

Sumber: Bimbinganislam



Artikel Terkait :
Loading...

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline