Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Poligami, Cerai dan Kembali pada Keluarga

0

Keluarga besar Martowo (bukan nama sebenarnya) heboh dan panik, salah seorang anaknya yang telah cukup sukses dan memiliki jabatan mengutarakan niatnya untuk berpoligami. Dan yang lebih gila, keinginan untuk berpoligami itu diutarakan pada keluarga besar bukan oleh sang anak Pak Danu, melainkan oleh istrinya.

Meski poligami adalah sunah dan halal, tetapi Pak Marwoto, terlebih ibu Marwoto tak dapat menerima dan tak ikhlas anaknya berpoligami. Meski istri Pak Danu telah ikhlas untuk dipoligami, bahkan sampai ia pun yang mendatangi kedua orang tua Pak Danu dan kakak serta adik-adiknya satu persatu memohon ijin atau lebih tepatnya mungkin memberi tahu bahwa Pak Danu akan menikah lagi dalam waktu tak kurang dari sebulan lagi.

Tentu saja tak ada yang setuju tak ada yang mendukung, bahkan serentak seluruh keluarga besar mencari informasi siapa yang akan dinikahi dan berencana untuk menggagalkannya. Bapak dan ibu Marwoto mencoba untuk membujuk anaknya agar membatalkan pernikahannya, tetapi justru malah diusir. Semua keluarga sangat menyayangkan keputusan Pak Danu, ia dan istri serta kedua anak-anaknya terlihat baik-baik saja dengan materi yang berkecukupan. Diantara semua Pak Danu pun yang kerap kali memberikan nasihat-nasihat agama kepada semua keluarga. Benarkah ia menikah lagi untuk mengikuti sunnah? Istrinya pun berkilah bahwa ia ikhlas agar mendapat surga.

Bagi keluarga besar Pak Marwoto alasan-alasan Pak Danu dan istrinya tak masuk diakal, tak adakah jalan lain untuk menggapai surga? Memangnya hanya poligami kah sunnah Nabi? Bagaimana dengan anak-anak yang masih kecil-kecil, si sulung aja baru menginjak 8 tahun dan tengah kritis dengan segala keingintahuannya.

Tetapi apa yang telah dilakukan keluarga besar Pak Marwoto, bahkan hingga berbondong-bondong datang untuk menggagalkan akad nikah Pak Danu tidak berhasil. Pak Danu tetap berpoligami hingga memiliki satu anak dan istrinya pun melahirkan anak ketiga mereka. Rumah tangga mereka selama kurang lebih dua tahun berjalan seperti biasa, hanya saja karir Pak Danu tak semulus sebelumnya. Ia dimutasi dan tak lagi memegang jabatan penting.

Entah karena doa-doa yang terus meluncur setiap malam dari ibunda Pak Danu, atau karena hal lain, Pak Danu akhirnya menceraikan istri keduanya. Tetapi, tak lama kemudian istri pertamanya menggugat cerai juga, dengan alasan tidak ada kecocokan. Pak Danu menyerahkan rumah yang biasa mereka tinggali untuk anak-anaknya, dan ia pun mengontrak rumah di dekat kantornya. Di saat seperti itu, keluarga besar dan orang tua Pak Danu dengan lapang hati menerima Pak Danu. Tanpa menghakimi, tanpa cemooh semua menerima Pak Danu kembali yang sebelumnya telah memutuskan hubungan dengan saudara-saudaranya. Baik buruk yang terjadi, keluarga selalu menjadi tumpuan. []

*diambil dari kisah nyata



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline