Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Mengakhirkan Shalat Isya dengan Mendekatkan Diri Pada Allah

0

Mengerjakan shalat fardhu tepat waktu adalah salah satu amal yang paling utama, yang tentu saja besar pahalanya. Namun untuk shalat isya, beliau Rasulullah lebih senang mengakhirkannya dan biasa melakukannya agak malam berjamaah bersama para sahabat.

Abu Barzah ra. meriwayatkan,

“Sesungguhnya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam suka mengakhirkan shalat isya yang biasa disebut para sahabat sebagai al-atamah.” (HR. Al-Jama’ah)

Al-atamah, adalah istilah yang biasa digunakan para sahabat untuk menyebut waktu selepas isya’ hingga tengah malam. Sebagaimana mereka juga biasa menyebut waktu masuk subuh hingga pagi hari sebelum matahari terbit sebagai al-ghadah. Sedangkan waktu setelah terbitnya matahari hingga beberapa saat menjelang masuk dzuhur, mereka menyebutnya sebagai ad-dhuha.

Mengakhirkan waktu pelaksanaan shalat isya adalah salah satu kebiasaan Rasulullah. Meski demikian, kita tidak bisa mencontohnya secara parsial atau sepotong-sepotong. Sebab dalam mengakhirkan pelaksanaan shalat isya, beliau menggunakan waktunya untuk hal-hal yang berguna, seperti berdzikir, berdoa dan membaca Alquran. Demikian pula yang dilakukan para sahabat. Mereka menanti kedatangan Nabi di masjid seraya berdzikir, berdoa, membaca Alquran atau mengerjakan shalat sunnah. Intinya, Nabi dan para sahabat menghabiskan waktunya dalam menanti shalat isya untuk lebih mendekatkan kepada Allah Sibhanahu wa Ta’ala.

Berbeda dengan yang biasa dilakukan oleh sebagian kaum muslimin saat ini, banyak diantara mereka yang mengakhirkan pelaksanaan shalat isya karena malas. Kebanyakan ketika waktu shalat isya tiba kita menunda-nunda karena tengah asik menonton televisi, mengobrol, jalan-jalan, pekerjaan atau lainnya. Sekalipun sama-sama mengakhirkan shalat isya, kedua hal ini tentu jauh berbeda nilainya baik dari sisi sunnah, syariat maupun manfaat.

Rasulullah bersabda,

“Sekiranya tidak memberatkan umatku, niscaya akan aku perintahkan mereka mengakhirkan shalat isya hingga sepertiga malam atau separuhnya.” (HR. At-Thirmidzi)

Sepertiga malam yang disebutkan dalam hadis adalah sepertiga malam pertama, bukan sepertiga malam terakhir. Menurut Imam An-Nawawi, tidak boleh mengakhirkan shalat isya hingga lebih dari pertengahan malam, karena tidak ada satupun ulama yang menyatakan bahwa mengakhirkan shalat isya setelah pertengahan malam lebih baik daripada sebelumnya. Meskipun shalat isya seseorang tetap sah jika mengerjakannya disepertiga malam terakhir.

Dalam hadis riwayat Anas bin Malik ra. disebutkan,

“Rasulullah saw mengakhirkan shalat isya hingga pertengahan malam.” (HR. Al-Bukhari)

Sedikit catatan dari Dr. musthafa Dieb Al-Bugha, beliau berkata, “Boleh mengakhirkan shalat isya hingga pertengahan malam. Dan pahala orang yang menunggu di masjid untuk shalat berjamaah lebih baik daripada orang yang mendahului shalat isya dan shalat sendirian. Kemudian, orang yang melaksanakan shalat dalam jamaah di awal waktunya lebih baik daripada orang yang mengakhirkannya. Karena shalat di awal waktunya adalah rutin dikerjakan oleh Rasulullah semasa hidupnya, dan hanya sekali-kali beliau mengakhirkannya. Namun demikian, orang yang berada di masjid seraya menanti shalat jamaah, ia mendapat pahala penantian shalat. Karena menanti shalat adalah ibadah dan orang yang melakukannya mendapatkan pahala seperti orang yang shalat.

Ibnu Umar ra. menceritakan pengalamannya bersama Nabi ketika beliau mengakhirkan shalat isya dikarenakan suatu keperluan dan apa yang dilakukan para sahabat kala menunggu kedatangan Nabi dalam hadis berikut;

“Bahwasanya Rasulullah disibukkan oleh suatu urusan pada suatu malam dan terlambat shalat isya, sehingga kami tertidur di masjid, kemudian bangun, dan tertidur lagi lalu bangun lagi. Sesudah itu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam keluat menemui dan bersabda, ‘Tidak seorang pun penduduk bumi yang menanti-nanti shalat selain kalian’.” (Muttafaq Alaih)

Sumber : 165 Kebiasaan Nabi, Abduh Zulfidar Akaha, Pustaka Alkautsar



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline