Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Sabar dalam Menanti…

0

Memiliki pendamping hidup shalih memang menjadi dambaan setiap wanita. Karena ia tahu saat pendamping hidupnya shalih, maka akhlak dalam bermuamalah dengannya pun akan terjaga. Lembut, pengertian, bertutur kata halus, berilmu, membimbing, bertanggung jawab, iltizam dengan sunnah dan berbagai kriteria-kriteria ideal lainnya.

Keinginan seorang wanita untuk dapat mengarungi rumah tangga bersama seorang pria idamkan merupakan suatu anugerah yang sangat indah.

Hal itu pun sudah menjadi sunnatullah dan menyadari bahwa pernikahan adalah salah satu tanda-tanda dari kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagaimana firman-Nya,

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”(QS. Ar-Ruum:21)

Selain mendapatkan pahala, menikah juga memiliki berbagai macam keutamaan. Dan di antara keutamaan menikah adalah untuk menyempurnakan separuh agama.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,  ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي

“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)

Demikianlah di antara keutamaan menikah, sehingga sudah pasti setiap insan ingin segera menyempurnakan sebagain agamanya, tak terkecuali oleh kaum wanita.

Namun pada kenyataannya terkadang harapan dan impian-impian indah itupun tak kunjung tiba.. tak jarang mereka dirundung galau dan dilema, senyuman indah mulai memudar dari wajah indahnya karena lelah menanti, sehingga muncul pertanyaan dalam hatinya kapan jodohku datang?

Terkadang berbagai usaha dan sebab-sebab yang dituntunkan syari’at untuk menjemput jodohpun telah dilakukanya, namun hambatan dan kegagalan itu pun masih saja menerpa dan menghadang di depan mata, sehingga pada akhirnya hati pun menjadi lemah, resah, sedih dan berputus asa…

Tak jarang setelah berbagai kegagalan dan kegagalan yang menerpanya itu, para wanita memilih untuk menutup diri terhadap laki-laki yang mencoba untuk menjalani proses ta’aruf denganya, hanya karena sebab kegagalan yang pernah ia alami, bahkan tak jarang pula yang memilih untuk tidak menikah seumur hidupnya lantaran sakit hati yang teramat dalam, semua itu hanya karena satu alasan “ada hati yang harus ia jaga.”

Namun ketahuilah wahai saudariku sikap yang demikian itu tentulah tidak dibenarkan.., yang harus kita yakini bahwa jodoh memang sudah Allah tentukan bahkan jauh sebelum manusia diciptakan, dan sudah tertulis rapi di Lauhul Mahfuzh.

Namun untuk mendapatkanya tentulah diperlukan ikhtiar, Yang dituntut oleh Allah dari kita adalah upaya, dan niat baik. Jodoh tetap Allah yang menentukan, Tetapi kita diperintahkan untuk berusaha, salah satu bentuk usaha disini adalah dengan menempuh jalan-jalan yang syar’i.

Saudariku…

Loading...

Jika hingga saat ini kita masih menanti jodoh, maka cobalah melihat saudari-saudari kita diluar sana yang jauh lebih dahulu menanti jodohnya namun hingga saat ini jodoh yang dinanti tak kunjung tiba. Kalaupun kita pernah gagal menjalani proses di awal pernikahan, maka lihatlah ada di antara saudari kita yang gagal di ambang pintu pernikahan. Dan jika ternyata kita termasuk yang merasakan pahitnya kegagalan di ambang pintu pernikahan, maka tanyakanlah pada hatimu.. bukankah kita masih merasakan betapa Allah membukakan banyak pintu-pintu kebaikan lainnya untuk diri kita?

Yakinlah bahwa setiap ketetapan yang Allah berikan untuk kita adalah yang terbaik bagi kita, dan bahwasanya pilihan Allah itu lebih baik dari apa yang kita inginkan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999)

Saudariku…

Teruslah berbaik sangka kepada Rabbmu, cobalah untuk mengingat betapa banyak nikmat yang telah Allah berikan untukmu..

Allah Ta’alaberfirman:

وَإِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللهِ لاَ تُحْصُوْهَا

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.” (QS. An-Nahl: 18).

Tugasmu saat ini hanyalah bersabar dan memantaskan diri dengan terus memperbaiki diri.. Demi seorang laki-laki Sholeh yang akan mendampingimu kelak dan dia yang akan menuntunmu ke jalan Allah.

Saudariku…
Cukuplah bersabar dan berserah diri kepadaNya, menyiapkan diri sebaik mungkin dengan terus memperdalam ilmu agama sebagai bekal mu kelak, sebelum jodoh yang terbaik itu datang menghapirimu.

Ketahuilah.. Jika jodohmu terasa lama, berarti Allah sedang menyiapkan “mutiara” untukmu. Maka bersiaplah dengan memperbaiki diri untuk selalu dekat dengan-Nya. []

 

Sumber: Group BIS & BMS – Dakwah Untuk Umat 



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline