Breaking News
Foto: pixabay

Ketika Anak Menjadi Fitnah dan Mengundang Murka Allah

Bagaimana bisa anak menjadi fitnah dan mengundang murka Allah? Bukankah anak dilahirkan atas karunia-Nya. Tidak ada kekuatan manusia tanpa kehendak Allah dalam hal memiliki keturunan. Tidak sedikit pasangan suami istri yang bertahun-tahun mengharap akan adanya keturunan. Lalu bagaimana bisa anak kemudian menjadi fitnah dan mengundang murka Allah?

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. Al-Anfal: 28)

Disebutkan dalam ayat di atas bahwa anak dan harta adalah cobaan. Dalam ayat lain disebutkan;

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka, dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, maka sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu) di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS At-Ataghabun: 14-15)

Dalam keadaan apakah anak kemudian menjadi musuh dan fitnah hingga mengundang murka Allah?

Rasa sayang terhadap anak dan istri tentu adalah wajar, karena rasa kasih sayang merupakan fitrah dan karunia Allah. Namun, terkadang rasa sayang kita pada anak-anak melebihi batas wajar. Rasa sayang yang berlebihan justru dapat menuntun seseorang pada kemaksiatan.

Ketika rasa sayang pada anak kemudian melalaikannya dari ibadah. Ketika rasa sayang pada anak kemudian membuatnya meninggalkan perintah Allah. Tidak perlu berpikir jauh, meninggalkan perintah Allah dapat berbentuk macam-macam, mulai dari yang berkaitan dengan materi hingga non materi. Seorang pedagang kemudian berbuat curang dengan timbangannya agar mendapat keuntungan lebih dan dapat membelikan mainan untuk anaknya. Ada lagi seorang ayah yang lebih mengikuti keinginan anaknya pergi ke tempat wisata, sementara sang ibu tengah menunggu untuk dikunjungi.

Ketika rasa sayang kemudian justru mengundang murka Allah, maka Allah pun memberikan peringatan.

“Dan mereka berkata: “Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab.” Katakanlah, “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang di kehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya), akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan, dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga). (QS. Saba: 35-37)

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah. (QS. Lukman: 33)

Berikanlah kasih sayang pada anak yang membangun. Kasih sayang karena Allah yang akan mendekatkan bukan hanya orang tua, tapi juga sang anak pada Allah. []

Sumber: Prophetic Parenting, DR. Muhammad Nur Abdul Hafidz Suwaid, ProU Media



Artikel Terkait :

About Wini

Check Also

Cara Jaga Daya Tahan Tubuh Anak

Sistem kekebalan tubuh anak yang masih dalam perkembangan, membuat anak lebih rentan jatuh sakit. Apabila si Kecil sering jatuh sakit, proses tumbuh kembang tentunya tidak dapat berjalan dengan optimal.

Tinggalkan Balasan