Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Bolehkah Seorang Muslimah Jadi Pemimpin?

0

“Aku bekerja lebih keras dan memiliki kemampuan yang melebihi laki-laki di sekitarku, hingga mereka memilihku untuk menjadi pemimpin. Bolehkah aku menjadi pemimpin?”

Fenomena masa kini adalah seorang perempuan yang memiliki banyak kemampuan, dengan fitrah ketekunannya seorang perempuan dapat mengerjakan sesuatu dengan rapih dan tersusun. Dengan kemampuan yang dianggap melebihi laki-laki tersebut tak jarang beberapa perempuan dipilih dan dicalonkan menjadi seorang pemimpin. Pada dasarnya kepemimpinan seorang perempuan tidak dilarang, kecuali dalam tataran luas atau umum.

Dalam sebuah hadist shahih Rasulullah bersabda, ‘Tidak akan beruntung suatu kaum yang menjadikan wanita sebagai pemimpin mereka’,” (HR. Bukhari, Ahmad, Tirmidzi, dan Nasa’i).

Hadist tersebut di latar belakangi ketika sampai berita kepada Rasulullah mengenai penduduk Persi yang telah mengangkat seorang putri Kisra untuk menjadi raja bagi mereka.

Para ulama di negara-negara Islam telah menerima hadist ini dan menjadikannya dasar hukum bahwa seorang wanita tidak boleh menjadi pemimpin laki-laki dalam wilayah kepemimpinan umum.

Ketidak utamaan memilih seorang perempuan untuk menjadi pemimpin ini bukan dikarenakan wanita tidak dimuliakan, hal tersebut justru dikarenakan Allah dan Rasul memahami fitrah penciptaan perempuan.

Adapun hadist yang berbunyi, “Ambillah sebagian agamamu dari Al Humaira’ (si Merah Muda yakni Aisyah).” Dikatakan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar mengenai hadist tersebut, “Saya tidak mengenal sanadnya, dan saya tidak pernah melihatnya dalam kitab-kitab hadist melainkan dalam An Nihayah karya Ibnu Atsir. Namun dalam kitab tersebut pun beliau tidak menyebutkan orang yang meriwayatkannya.” []

Redaktur: Karisa P. Yeli
Sumber: Fatwa-fatwa Kontemporer, Al-Qardawi, Gena Insani : Depok, 2005



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline