Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

9 Langkah Agar Shalat Terasa Khusyuk

0

Khusyuk dalam melaksanakan shalat memang rasanya masih jauh, namun sebagai hamba-Nya tentu menjadi sebuah keharusan bagi kita untuk senantiasa berusaha dan memperbaikinya. Nah berikut 9 cara agar khusyuk dalam shalat.

1. Berwudhu dengan sempurna dan berpakaian dengan pakaian yang menutup aurat, sempurna dan bersih

يٰبَنِيْۤ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid.
(QS. Al-A’raf: Ayat 31) (Berjamaah bagi laki-laki)

2. Berdoa memohon kepada Allah agar dianugerahkan keikhlasan dan kekhusyukan, karena Allah lah yang membolak-balikkan hati kita.

Rasulullah ﷺ bersabda

اِنَّ اْلقُلُوْبَ بَيْنَ اُصْبُعَيْنِ مِنْ اَصَابِعِ اللهِ يُقَلّبُهَا كَيْفَ شَاءَ
رواه الترمذی

“Sesungguhnya hati itu diantara dua jari-jari Allah. Dia membolak-balikkannya sesuai yang dikehendaki-Nya”. [HR. Tirmidzi)

3. Menghadirkan niat sebelum sholat dengan azzam /tekad yang kuat bahwa kita butuh berhubungan dengan Allah dan shalat adalah “alat” kita untuk berhubungan dengan Allah

اِنَّنِيْۤ اَنَاۡ اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنَاۡ فَاعْبُدْنِيْ  ۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

“Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku.”
(QS. Ta Ha: Ayat 14)

4. Menghadirkan ihsan dalam shalat.

Rasulullah ﷺ bersabda

اَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَاَنَّكَ تَرَاهُ، فَاِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَاِنَّهُ يَرَاكَ.  رواه البخارى

Ihsan ialah  kamu menyembah Allah seolah-olah kamu melihat-Nya, dan apabila kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat kamu . (HR. Bukhari)

5. Berta’awwudz memohon pelindung kepada Allah dari gangguan dan was was syaithan

Loading...

وَقُلْ رَّبِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّيٰطِيْنِ

“Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan,”
(QS. Al-Mu’minun: Ayat 97)

6. Shalat dengan cara mengikuti sunnah nabi .
Rasulullah ﷺ bersabda

َصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّ ( رواه البخاري)

“Shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat. (HR. Bukhari )

7. Menjadikan shalat kita tersebut seakan-akan shalat terakhir.

Rasulullah ﷺ bersabda

إِذَا قُمْتَ فِي صَلَاتِكَ فَصَلِّ صَلَاةَ مُوَدِّعٍ (رواه احمد)

“Bila kau hendak shalat, shalatlah layaknya shalat orang yang akan meninggalkan (dunia).(HR. Ahmad)

8. Menyelami makna bacaan shalat dan menghadirkannya di dalam hati, karena Allah tak akan mengabulkan doa dengan hati kosong.

Rasulullah ﷺ bersabda

فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ لِعَبْدٍ دَعَاهُ عَنْ ظَهْرِ قَلْبٍ غَافِلٍ ( رواه احمد)

“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan mengabulkan do’a seorang hamba yang dipanjatkan dari hati yang kosong (lalai). (HR. Ahmad )

9. Tidak kalah penting adalah tinggalkan maksiat ketika di luar shalat.

Rasulullah ﷺ bersabda

إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ فَإِنْ زَادَ زَادَتْ فَذَلِكَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَهُ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ { كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ } ( رواه ابن ماجه)

“Sesungguhnya apabila seorang mukmin berbuat dosa, maka akan ada titik hitam di dalam hatinya, jika ia bertaubat, meninggalkannya serta meminta ampun naka hatinya akan kembali putih, namun jika ia menambah (dosanya) maka akan bertambah (titik hitam), maka itulah penutup (hati) yang di sebutkan dalam firman Allah dalam kitab-Nya; “Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS Al Muthafifin; 14). (HR. Ibnu Majah)

 

Sumber: Muslimtangguh



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline