Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Bolehkah Muslimah Menikah dengan Seseorang yang Dicintainya?

0

Masalah cinta dan kasih sayang kini merebak menjadi topik perbincangan dimana-mana.dikarenakan maraknya drama, novel, film dan hal-hal lainnya yang penuh dramatisir. Banyak diantara muslimah yang sudah menaruh hati pada laki-laki yang belum tent menjadi suaminya. Mencintai tentu bukan hal yang dilarang, terlebih lagi mencintai seseorang adalah fitrah sebagai manusia.

Cinta terkadang membingungkan para muslimah tatkala mereka mencintai seseorang. Ada laki-laki lainyang justru datang melamarnya, atau muslimah tersebut dijodohkan oleh ayahnya. Maka jangan terperdaya oleh cinta, hendaknya seorang muslimah mendengarkan nasihat orang tua atau wali. Janganlah memasuki kehidupan rumah tangga semata-mata mempertuhankan perasaan.

Pertimbangkanlah segala sesuatu dengan akal sehat.

Begitupun kepada orang tua atau wali bagi seorang muslimah. Hendaknya memerhatikan kemauan dan keinginan anak-anaknya. Jangan barkan ia memasui kehidupan rumah tangga dengan terpaksa. Tetapi bukan berarti antara si pemuda dan gadis telah harus mencintai sebelum adanya akad. Namun setidaknya harus ada kerelaan hati antar kedua belah pihak.

Syariat Islam menghendaki pernikahan atas dasar saling meridhoi. Maka apabila ada yang mengatakan Islam penuh paksaan, bukanlah suatu kebenaran.

Seorang muslimah harus memberikan persetujuan terlebih dahulu apabila hendak dinikahkan.
“Anak gadis itu hendaklah dimintai izinnya (untuk dinikahkan), dan janda itu lebih berhak terhadap dirinya,” (HR Al-Jama’ah kecuali Bukhari)

Maksudnya, muslimah yang sebelumnya pernah menikah (janda) harus menyatakan secara terus terang, kesukaan atau tidak sukaannya terhadap pinangan tersebut. Adapun seorang gadis bila dimintai iznnya terkadang merasa malu, tidak menjawab namun tersipu malu. Maka yang demikian sudah dianggap cukup sebagai jawaban.

Dalam pernikahan harus ada kerelaan antara anak dan wali, sebagaimana diisyaratkan oleh banyak fuqaha, seingga mereka mengatakan wajibnya persetujuan wali untuk kesempurnaan nikah. Disebutkan dalam sebuah hadist : “Tidak ada nikah kecuali dengan wali dan dua orang saksi yang adil,” (HR Abu Daud Ath Thayalisi)

“Siapa saja yang nikah tanpa memperoleh izin dari walinya, maka nikahnya batal, batal, batal,“ ((HR Ahmad dan Abu Daud).

Dengan adanya kesepakatan antara muslimah dengan keluarganya, maka ia akan memasuki kehidupan rumah tangga dengan ridha. Ayah ridha, ibu ridho, dan seluruh keluarga pun ridho. []

Rdaktur : Karisa P.Yeli
Sumber : Fatwa-fatwa Kontemporer, Al-Qoaradhawi. Gema Insani : Jakarta, 2005.



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline