Breaking News
Foto: ustad yusuf mansur - blogger

Ketika Suami Tidak Memiliki 2 Hal ini, Kepemimpinan dalam Keluarga akan Bergeser

Suami adalah pemimpin dalam keluarga. Hal ini merupakan mandat yang diberikan oleh Allah langsung bagi pada suami. Namun, ketika suami tidak memiliki kedua hal yang dapat menjadikannya sebagai pemimpin, maka fungsinya akan bergeser.

“Kaum laki-laki itu adalah (Qowwam) pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. An-Nisa: 34)

Qowwam dalam tafsir ibnu katsir yaitu pemimpinnya, pembesarnya, hakimnya dan pendidiknya jika bengkok. Maka qowwamah yang digunakan dalam surat An-Nisa: 34 di atas memiliki banyak arti:

– Tiang kokoh ibarat kaki, tampanya sesuatu tidak dapat berdiri

– Pemimpin bagi istri dan rumah tangganya, tanpanya semua berjalan tanpa arah yang jelas

– Pembesar atau yang dianggap paling besar, tanpanya tidak ada orang yang disegani dan tempat bersandar

– Hakim rumah tangga, tanpanya permasalahan tidak pernah ada solusi dan keptusannya

– Pendidiknya, tanpanya yang bengkok tetap tidak bisa kembali lurus

Suami harus menyadari posisi pentingnya tersebut. Dan seorang istri setinggi apapun pendidikan dan status sosialnya, ia harus meletakkan dirinya di bawah kepemimpinan dan bimbingan suaminya.

Allah menjadikan seorang laki-laki/suami sebagai pemimpin bagi keluarganya karena Allah telah melebihkan laki-laki dari wanita dan karena laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.  Kelebihan yang dimaksud adalah seperti yang dijelaskan di atas bahwa suami adalah tiang yang kokoh, pemimpin, pembesar, hakim dan pendidik.

Hilangnya fungsi qowwamah akan menyebabkan turbulensi dalam rumah tangga. Tidak jelas siapa yang memimpin, tidak ada tempat bersandar, tidak ada hakim, tidak ada pendidik dan tidak ada tempat kembali.

Jika telah hilang kelebihan dan nafkah bagi keluarga yang seharusnya dilakukan suami, maka posisi qowwamah akan bergeser.  Ketika posisi qowwamah bergeser maka akan hilang kenyamanan dalam bahtera rumah tangga. Jika qowwamah suami menjauh sejengkal dari hati isteri, maka itu artinya telah mendekatkan sejengkal pada kehancuran rumah tangga. []

Sumber: Inspirasi Rumah Cahaya, Budi Ashari, Lc., Pustaka Nabawiyah



Artikel Terkait :

About Wini

Check Also

7 Tanda Suami Punya Selingkuhan

Suami dinyatakan selingkuh bukan sekadar karena kamu sebagai istri merasa ia berbeda. Harus ada bukti nyata sampai seorang istri bisa mengatakan suaminya berselingkuh.

Tinggalkan Balasan