Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Budaya yang Hilang di Zaman Now

0

Zaman ini malu adalah hal yang paling bernilai dan mahal, betapa tidak, rasa malu pada jaman ini mulai terkikis seiring dengan masuknya budaya barat yang menghegemoni.

Sangat cepat budaya barat masuk ke negeri kita, melalui teknologi informasi, perlahan-lahan tersingkir budaya ketimuran.

Budaya malu sudah mulai memudar, banyak kita temui di pasar, pasar, di mall, di jalan-jalan, di sekolah-sekolah, di kampus-kampus, di perpustakaan, dan laki-laki dan wanita bukan mahram bebas bergaul.

Ada yang sekedar ngobrol, duduk-duduk berdampingan, berhadap-hadapan dengan lawan jenis yang bukan mahram.

Bahkan ada yang bergandengan, berpegangan, sampai-sampai berpelukan dan berciuman, atau lebih dari itu, na’udzubillah.

Inilah fenomena degradasi moral di masyarakat…

Agama Islam melarang pergaulan bebas, karena hal itu mengakibatkan:

1. Hilangnya rasa malu yang harus dijaga oleh setiap orang.

2. berkurang atau hilangnya kehormatan seseorang, ketika seseorang telah bergaul bebas dengan lawan jenis yang bukan mahram berarti telah turun dan rendah kehormatannya, bahkan bisa hilang kehormatan dia jika sampai terjerumus perzinaan.

3. Hal itu akan mengakibatkan perzinaan dan seks bebas, yang merupakan dosa yang besar dan keji
Padahal agama Islam diturunkan ke muka bumi ini salah satunya untuk menjaga kehormatan manusia, agar tidak bebas seperti hewan.

Di dalam teori Maqashid Shariah, ada istilah Hifzhul ‘Ird (menjaga kehormatan), menjaga kehormatan manusia sebagai makhluk yang mulia.

Di samping itu, Maqashid Syariah Islam juga melindungi Al-Nasl (keturunan), melindungi dari rusaknya keturunan dengan bercampurnya nasab, maka Islam mengharamkan zina, dan merupakan dosa yang sangat besar, karena zina menyebabkan kerusakan moral dan kerusakan nasab dan keturunan.

Perhatikan firman Allah Ta’ala:

…وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَٰعًا فَسْـَٔلُوهُنَّ مِن وَرَآءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ ۚ

“… Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka…” (Q.S. Al-Ahzab,33:53)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata di dalam tafsirnya yang artinya:

Loading...

“Yakni sebagaimana Allah melarang kalian masuk menemui istri-istri Nabi, maka dilarang pula kalian memandang mereka dalam keadaan bagaimanapun, sekalipun bagi seseorang di antara kalian ada keperluan yang hendak diambilnya dari mereka. Dia tidak boleh memandangnya, tidak boleh pula meminta suatu keperluan kepada mereka melainkan dari balik hijab”.

Ayat di atas melarang dari para sahabat meminta langsung kepada istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana tafsir di atas. Ini juga merupakan larangan pergaulan bebas, ikhthilat/campur laki-laki dan perempuan. Tujuannya agar hati lebih bersih dan terjaga dari fitnah, sehingga kehormatan tetap terjaga.

Dalam pergaulan bebas terdapat perkara-perkara yang dilarang:

1. Tidak bisa menjaga pandangan kepada lawan jenis yang bukan mahram,

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam surat An-Nur:(30-31) yang artinya :

“Katakan (wahai Nabi) kepada kaum mukminin, hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka –hingga firman-Nya- Dan katakan pula kepada kaum mukminat, hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka….”

Dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata:

“Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang tiba-tiba (tanpa sengaja)? Maka beliau bersabda: ‘Palingkan pandanganmu’.”

2. Terdapat ikhtilat, padahal ikhtilat dapat menyebabkan fitnah dan berkurangnya muruah dan kehormatan.

3. Akan menyebabkan perzinaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan.” (Al-Isra`: 32).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

“Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah (lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluan lah yang membenarkan atau mendustakan.” (HR. Muslim).

Syariat Islam telah jelas melarang pergaulan bebas, namun sayang sebagian besar kaum muslimin baik laki-laki maupun wanita tidak mengindahkan larangan ini, justru mereka menjadikan budaya barat yang liberal menjadi kiblat, kebebasan yang merusak, kebebasan yang menuntun ke jalan kehinaan.

Wahai saudaraku muslim, jagalah kehormatanmu, jangan anda obral nafsumu pada wanita yang tidak halal.

Wahai muslimah… Jadilah muslimah sejati, muslimah yang menjaga kehormatan, menjaga pergaulannya…

Ingatlah malumu adalah kehormatanmu…

Jadikanlah malumu sebagai perisai yang menjaga mahkota kehormatanmu…

Jangan sampai terjerumus ke dalam perbuatan keji…engkau akan menyesal seumur hidupmu…

Jangan kamu obral malumu dan kehormatanmu kepada laki-laki yang tidak halal bagimu…

Wahai muslimah…Jangan berikan suamimu nanti, sisa kehormatanmu, kehormatan dan kesucian yang telah tertolak bak bunga yang layu dan kering…

Bersabarlah…tunggulah laki-laki shalih yang akan menjadi suamimu, sehingga kamu halal dan bebas bergaul dengan imammu…

Tunggulah, akan menyenangkan pada waktunya datang insyaallah. Wallaahu a’lam.

 

Sumber: Bimbingan Mar’ah Sholehah



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline