Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Dalam Islam, Apakah Laki-laki dan Perempuan Setara?

0

Dalam perkembangannya banyak pergerakan yang mengupayakan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Hal tersebut secara terus menerus diserukan hingga mengundang banyak simpatisan. Dimulai dari kalangan artis, pejabat hingga ibu rumah tangga. Pertanyaan besar yang harus dijawab pun muncul: Apakah selama ini perempuan tidak menemukan kesetaraannya dengan laki-laki?

Sesungguhnya Islam telah menciptakan perempuan dan laki-laki dalam keadaan yang setara, baik perempuan maupun laki-laki keduanya diberikan tugas(taklif) dan tanggung jawab, dijanjikan hari pembalasan atas segala perbuatannya, dan berhak mendapatkan surga apabila Allah meridhainya.

Adil tentu tidak harus sama, Allah memberikan tugas kepada perempuan dan laki-laki sesuai dengan hakikat penciptaannya. Allah tentu lebih memahami bagaimana kondisi mahluk-Nya. Baik laki-laki maupun perempuan akan diberikan ganjaran yang sama. Apabila keduanya telah mengerjakan tugas dan tanggung jawab dengan baik maka mereka akan mendapat kebaikan. Sebagaimana firmannya dalam Q.S Al-Ahzab:35

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang jujur, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya,laki-laki dan perempuan yang banyak (menyebut) nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”

Dengan penjelasan Al-Qur’an tersebut, dijelaskan bahwa baik perempuan maupun laki-laki diciptakan dengan setara. Tanpa ada pilih kasih sama sekali. Keduanya diberikan tugas dan tanggung jawab juga ganjaran dan ancaman yang semuanya tercantum dalam Al-Qur’an dan Hadist. Maka pejuang kesetaraan sejatinya adalah mereka yang berjuang agar seluruh muslimah menjalankan kehidupannya berdasarkan pedoman yang hakiki (Al-Qur’an dan Hadist). []

Redaktur : Karisa P. Yeli
Sumber : Aku Bukan Muslimah, Luqman Haqani, Pustaka Ulumuddin:Bandung,2004



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline