Breaking News

Membalikkan Siklus yang Terjadi

Sebagian orang tua mungkin akan menyalahkan anaknya ketika anaknya nakal. Padahal, sepatutnya orang tua berpikir telebih dahulu, jangan-jangan ia penyebab yang menjadikan anaknya nakal.

Maka, sebagai orang tua kita harus banyak belajar dan terus belajar memperbaiki diri. Anak akan mencotoh apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Jangan langsung mencap anak nakal adalah keslaahannya.

Berikut adalah sebuah refleksi luar biasa dari Agus Zainal Arifin (Dekan TI ITS dan penggagas Trend Science Tebu Ireng) bagi para orang tua maupun dosen/guru yang untuk sementara waktu berprofesi sebagai pengganti orang tua di rumah. Menurut beliau, urutan logika dari siklus nakalnya anak dengan tidak bijaknya orang tua itu begini:

Karena anaknya nakal, maka orang tuanya murka.

Karena orang tuanya murka, maka Allah juga murka.

Karena Allah murka, maka tidak turun rahmat di rumah itu.

Karena tidak turun rahmat di rumah itu, maka keluarga itu akan banyak masalah.

Karena keluarga itu banyak masalah, maka anaknya tidak merasakan kebahagiaan dan tidak nyaman, sehingga akan makin nakal.

Maka prinsip inti siklusnya sebenarnya masih pada orang tua, yakni:

Ridha Allah berada pada ridhanya orang tua. Murka Allah, berada pada murkanya orang tua.

Maka strategi paling efisien untuk memutus rangkaian siklus itu, Insya Allah ada pada bagian awal yakni mencegah orang tua murka. Bila orang tua segera menghadapi anaknya dengan kasih sayang dan tidak dengan kemurkaan maka orang tua itu menunjukkan kepada Allah bahwa mereka berdua ridha kepada anaknya. Tentu bukan ridha terhadap kenakalannya, melainkan ridla kepada diri anaknya.

Dengan memastikan ridha kepada anak, maka orang tua akan dapat melakukan 3 tahap ini:

1. Segera memaafkan anaknya, tidak memarahinya sama sekali dan segera berusaha memahami situasi apa yang sedang dihadapi anaknya.

2. Segera menemui, berdialog dan turut mendiskusikan solusi terbaik apa yang harus diambil oleh anak, orang tua atau pihak lainnya sambil terus mendoakannya.

3. Segera melupakan segala kesalahan anaknya tadi dan tidak mengungkit-ungkitnya kembali.

Dengan konversi murka menjadi ridha maka sekarang siklusnya jadi begini:

Loading...

Suatu hari anak itu nakal. Orang tuanya segera melakukan 3 tahap itu dengan penuh kasih sayang sebagai wujud keridhaan mereka kepada anaknya.

Karena orang tua anak itu ridha, maka Allah meridlainya.

Karena Allah meridhainya, maka rumah yang penuh ridha itu dirahmati Allah.

Karena rumah itu penuh rahmat Allah, maka keluarga itu penuh kasih sayang, sehingga jadi makin bahagia.

Karena keluarga itu bahagia, maka anak tidak akan sempat lagi nakal sebab setiap masalah hidupnya selalu segera mendapat solusi.

Maka ketika anak nakal sebaiknya jangan dimarahi, namun kita harus mawas diri. Kita yang harus memperbaiki diri dalam mendidiknya. []

Sumber: muslimahzone.com



Artikel Terkait :

About Astiah

Check Also

Jangan Tinggalkan Shalat

Tidak semua ibadah termasuk rukun Islam. Ini menunjukkan ibadah-ibadah yang termasuk rukun Islam adalah ibadah yang sangat penting dan urgen. Dan diantaranya adalah shalat.

Tinggalkan Balasan