Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Renungan Cinta dan Pernikahan

0

Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?” Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas di depan sana. Berjalanlah engkau dan tidak boleh mundur kembali lalu ambillah satu saja ranting. Jika engkau menemukan ranting yang engkau anggap paling menakjubkan, artinya engkau telah menemukan cinta.”

Plato pun berjalan. Tak berapa lama, ia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apa pun. Gurunya bertanya, “Mengapa engkau tidak membawa satu pun ranting?” Plato menjawab, “Saya hanya boleh membawa satu ranting saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik).”

“Sebenarnya saya telah menemukan satu ranting yang paling menakjubkan, tetapi saya tidak tahu apakah nanti ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana. Jadi, saya memutuskan untuk tidak mengambil ranting tersebut. Saat saya melanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru saya menyadari bahwasanya ranting-ranting yang saya temukan setelahnya tidaklah sebagus ranting yang tadi. Jadi pada akhirnya, saya memutuskan untuk tidak mengambil sebatang ranting pun.” Ungkap Plato. Kemudian gurunya menjawab, “Itulah Cinta.”

Pada hari yang lain, plato bertanya lagi pada gurunya, “Apa itu pernikahan? Bagaimana saya menemukannya?” Gurunya pun menjawab, “Ada hutan yang subur di depan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan engkau hanya boleh menebang satu pohon saja. Tebanglah jika engkau menemukan pohon yang paling tinggi karena artinya engkau telah menemukan apa itu pernikahan.”

Plato pun berjalan. Tidak berselang lama, ia kembali dengan menggotong sebuah pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar atau subur dan tidak begitu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, “Mengapa engkau memotong pohon yang seperti itu?” Plato pun menjawab, “Sebab berdasarkan pengalaman saya sebelumnya, setelah menjelajahi hampir setengah hutan, ternyata saya kembali dengan tangan kosong. Jadi pada kesempatan kali ini, begitu saya melihat pohon ini, yang saya rasa bukan pohon yang terlihat jelek, saya memutuskan untuk menebang dan membawanya ke sini. Saya tidak mau kehilangan kesempatan untuk mendapatkannya.” Kemudian, gurunya pun menjawab, “Itulah pernikahan.” []

Sumber: Bukan Pernikahan Cinderella/Iwan Januar/Gema Insani-Jakarta2016



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline