Breaking News
Foto: vozpopuli.com

Wanita Takkan Merasakan Manisnya Iman, kecuali…

Seorang wanita bertanya kepada seorang Syaikh, “Wahai Syaikh, sebelum menikah, aku adalah wanita yang sering berpuasa dan sering qiyamullail. Aku merasakan manisnya ketika membaca Al Qur’an, namun sekarang manisnya ketaatan hilang dariku?”

Syaikh menjawab, “Baik, bagaimana keadaanmu terhadap suamimu?”

Wanita itu berkata, “Wahai Syaikh, aku bertanya kepadamu tentang Al Qur’an, puasa, shalat, dan manisnya ketaatan, namun engkau bertanya kepadaku tentang suami?”

“Ya, wahai saudariku,” Jawab Syaikh.

Mengapa sebagian wanita tidak lagi merasakan manisnya keimanan, lezatnya ketaatan, dan pengaruh yang dihasilkan dari ibadah?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya),

“Seorang wanita tidak akan merasakan manisnya keimanan sampai ia memenuhi hak suaminya.” (Hr. Hakim, dinyatakan hasan shahih oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib no. 1939)

Lalu apa sebagian haknya?

Istri Sa’id bin Al Musayyib rahimahumallah berkata, “Kami tidak berbicara di hadapan suami kecuali seperti kalian berbicara di hadapan pemimpin.” (Hilyatul Auliya 5/168)

Demikianlah rasa penghormatan istri kepada suami.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada salah seorang sahabat yang wanita, “Apakah kamu sudah bersuami?” Ia menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Bagaimana sikapmu terhadapnya?” Ia menjawab, “Aku selalu menaatinya.” Beliau menjawab, “Perhatikanlah di mana posisimu terhadapnya, karena suami adalah surga dan nerakamu.” (Shahih At Targhib no. 1933)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma seorang mufassir Al Qur’an berkata tentang firman Allah Ta’ala, “Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada,” (Terj. Qs. An Nisaa: 34) Yakni taat kepada suaminya.

Dalam ayat tersebut, Allah tidak mengatakan ‘thaa’i’aat’ (tetapi ‘qaanitaat’). Hal itu, karena qanitat lebih taat lagi dan lebih sempurna.

Lalu bagaimana seorang wanita mengetahui dirinya sebagai wanita shalihah dan taat?

Tentunya, jika suami memandangnya membuatnya gembira. Jika suami menyuruhnya, ia menaatinya. Jika suami bersumpah, ia membenarkannya. Jika suami pergi, ia menjaga diri dan hartanya. Jika suami tidak tidak di hadapannya, dirinya tahu apa yang membuat suami murka, hingga ia pun menjauhinya. Ia juga tidak melakukan tindakan yang tidak diridhoi suami.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya), “Maukah kalian aku beritahukan wanita penghuni surga? Yaitu setiap wanita yang penuh cinta dan subur. Jika ia marah atau disakiti, maka ia berkata, “Ini tanganku di tanganmu. Aku tidak dapat memejamkan mata (tidur) hingga engkau ridha.” (Shahih At Targhib no. 1941)

Loading...

Wanita yang shalihah akan selalu ingat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, (artinya), “Allah tidak akan memandang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya.” (Shahih At Targhib no. 1944)

Wanita yang shalihah juga tidak melupakan kebaikan suaminya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya), “Kalau sekiranya aku boleh memerintahkan seseorang sujud kepada orang lain, tentu aku perintahkan wanita sujud kepada suaminya.” (HR. Tirmidzi, Shahih At Targhib no. 1940)

Bahkan agar diterima amal seorang wanita adalah memperoleh keridhaan suami.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang wanita tidak dapat memenuhi hak Rabbnya sampai ia memenuhi hak suaminya.” (Shahih At Targhib no. 1938)

Beliau juga bersabda (artinya), “Dua orang yang shalatnya tidak naik di atas kepala mereka (tidak diterima), yaitu: budak yang lari dari tuannya sampai ia kembali, dan wanita yang durhaka kepada suaminya sampai kembali.” (Shahih At Targhib no. 1888)

Semoga kisah ini menjadi bahan evaluasi untuk para istri di rumah. []

 

Sumber: Wawasankeislaman



Artikel Terkait :

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

rasa syukur, kecantikan, anugrah dari Allah

10 Bahan Alami Mencerahkan Bibir

Keindahan bibir dilihat dari bentuk dan warnanya, konon bibir dengan warna merah merona merupakaan dambaan setiap wanita. Begitu pentingnya bibir bagi penampilan kaum Hawa, bahkan membuat orang rela melakukan berbagai cara memerahkan bibir.

Tinggalkan Balasan