Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Tak Ingin Puasamu Sia-sia? Jangan Lakukan Ini

0

Puasa bukan sekedar ajang menahan lapar dan haus saja, lebih dari itu. Puasa adalah sarana untuk menahan hawa nafsu dari berbagai sudut aspek. Nah, jangan sampai puasamu hanya sekedar menahan lapar dan haus saja ya, sangat sia-sia tanpa mendapat pahala apapun.

Waspadalah terhadap beberapa penyebab yang bisa menjadikan puasa kita ini menjadi sia-sia. Hanya mendapatkan rasa lapar dan haus saja, sedangkan pahala dan keberkahannya tak kita dapatkan. Dalam sebuah hadits dikatakan yang artinya: “Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan dari puasanya kecuali sia-sia,” (HR. Ibnu Majah).

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh at-Thabrani dan Ibnu Majah dikatakan:

Artinya: “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga”. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan puasa kita menjadi sia-sia, diantaranya:

1. Perkataan dan Tindakan Zur
Yakni semua perkataan dan tindakan yang menyimpang dari kebenaran seperti kebohongan, menuduh tanpa bukti (fitnah), kesaksian palsu, menipu, berkata yang tidak pantas (perkataan kotor), marah-marah dan kejahatan lainnya yang berasal dari ucapan atau lisan. Perkataan dan tindakan zur ini dapat merusak pahala puasa dan menjadikanya sia-sia. Sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

Artinya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan selalu mengamalkannya, maka Allah Ta’ala tidak butuh kepada puasanya (Allah shubhanahu wa ta’ala tidak membutuhkan upaya darinya untuk meninggalkan makan dan minumannya),” (HR. Bukhari).

2. Menggunjing dan Sejenisnya
Ghibah atau menggunjing ialah membicarakan aib seorang Muslim juga dapat merusak pahala puasa sehingga puasa yang dilakukan menjadi ibadah sia-sia. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Puasa itu perisai, jika sesorang diantara kalian berpuasa, janganlah berkata keji dan janganlah berkelahi, dan jika seseorang mencelanya atau memusuhinya maka katakanlah aku sedang berpuasa,” (Muttafaqun ‘alaihi).

Selain itu dalam riwayat lain juga disebutkan: “Puasa adalah perisai selama seorang yang berpuasa tidak merusaknya, “Dengan apa seseorang merusak puasanya?” Beliau menjawab, dengan kebohongan atau ghibah,” (HR. Tabrani).

3. Melakukan Hal yang Sia-sia
Menghabiskan waktu dengan bermain games, canda tawa yang berlebihan, mendengarkan musik seharian, berkumpul dengan lawan jenis dalam satu tempat, berduaan dengan yang bukan mahram adalah termasuk hal yang sia-sia dan dapat merusak pahala puasa. Seorang yang berpuasa lalu ia mendengarkan nyanyian atau melakukan permainan remi dan domino dari pagi sampai maghrib maka pahala puasanya akan menjadi rusak karena hal yang sia-sia tersebut. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

Artinya: Puasa itu tidak sekedar menahan diri dari makan dan minum. Sesungguhnya puasa itu menahan diri dari kesia-siaan dan kekejian. Jika ada seorang yang mencelamu atau bertindak bodoh kepadamu maka katakanlah: “sesungguhnya aku sedang berpuasa,” ( HR. Baihaqi dan Al-Hakim).

4. Melakukan kemaksiatan
Jika berpuasa tetapi masih saja melakukan kemaksiatan, maka puasa yang dijalankanpun tidak akan berarti. Sebisa mungkin, selama menjalankan puasa, lawanlah semua hal yang mengandung maksiat dan dosa.

Jagalah ibadah wajib lainnya seperti sholat lima waktu, berpakaian yang tidak menimbulkan nafsu atau syahwat (menutup aurat), menjaga pandangan dari yang diharamkan, menjaga telinga dari mendengarkan sesuatu yang diharamkan, menjaga tangan dan kaki juga seluruh anggota tubuh lainnya dari kemaksiatan yang dapat meleburkan pahala puasa.

Nah. semoga kedepannya kita bisa waspada dan lebih menjaga ibadah puasa tersebut. Wallahua’alam. []

Sumber: Moeslimah.com

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline