Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Wahai Ibu, Janganlah Jadi Seorang Pendusta

0

Ibu merupakan sosok terpenting bagi seorang anak. Ia adalah cerminan bagi buah hati. Seorang anak banyak belajar dari ibunya. Sebab, ibu adalah orang terdekat baginya. Tapi, terkadang masih banyak kita temukan, seorang ibu yang berkata bohong kepada anaknya sendiri.

Padahal, Mujahid berkata, “Sesungguhnya setiap pembicaraan akan dituliskan. Bahkan, seseorang yang mendiamkan anaknya (supaya tidak menangis) dan berkata (dengan maksud berbohong), ‘Saya akan membelikan ini dan itu untukmu, sehingga jangan menangis lagi.’ Orang ini akan dituliskan sebagai pendusta.”

Maukah Anda dikatakan sebagai pendusta? Tentu tidak bukan? Maka dari itu, jangan kita gunakan trik tipu daya kepada anak hanya karena ingin membuatnya diam sementara waktu. Cobalah Anda pikirkan, bagaimana jika anak terus meminta dan Anda tak mampu memenuhinya, apa yang Anda lakukan?

Biasanya kebohongan yang dilakukan pertama kali akan membuat seseorang ketagihan melakukannya lagi. Seperti itulah cara kebanyakan orang tua untuk menutupi kebohongannya yang pertama. Maka pantaslah, jika julukan pendusta melekat kepadanya.

Nah, perbuatan seperti ini biasanya juga ditiru oleh anak. Ketika ia telah dewasa, ia juga bisa saja melakukan hal yang sama. Maka, ketika anak berbohong kepada Anda, coba lihatlah diri Anda, apakah Anda pernah membohongi anak? []

 

Sumber: Ruqyah Jin, Sihir dan Terapinya/Karya: Syaikh Wahid Abdussalam Bali/Penerbit: Ummul Qura



Artikel Terkait :
Loading...
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline