Breaking News
Foto: Google Image

Karena Berkeluh Kesah Itu Melelahkan

Ukhti, keluh kesah tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Karena ungkapan-ungkapan keluh kesah hanya menunjukkan ketidaksabaran, dan ketidakmenerimaan kita terhadap takdir Allah. Maka sudah seharusnya kita meminimalisir berkeluh kesah. Dan mari kita latih diri kita untuk bisa merespon keadaan dan menghadapi orang lain secara santun.

Kesantunan akan membuat batin lebih lapang. Kesantunan akan mampu menaklukkan sesuatu yang tidak bisa dilakukan dengan kekerasan. Karena, jika orang-orang keras dilawan dengan kekerasan, maka hal itu hanya akan membuat kita diam di satu titik masalah yang sama. Tapi, jika orang-orang yang bertemperamen keras itu diberi kelembutan yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam, mereka akan terbawa lembut juga. Sebagaimana, orang sekeras Umar bin Khattab atau Khalid bin Walid yang bisa jatuh tersengkur menagis oleh lembutnya lantunan Al Quran.

Ukhti, berkeluh kesah seringkali membuat kita terdramatisir oleh masalah. Seakan-akan rencana dan keinginan kita lebih baik daripada yang terjadi. Padahal, belum tentu. Siapa tahu, di balik kejadian yang mengecewakan menurut kita, ternyata sarat dengan perlindungan Allah SWT

Allah SWT berfirman, “..boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,” (QS Al-Baqarah: 216).

Allah menolong kita dengan tuntunan-Nya. Tuntunan itu tidak selalu dengan terkabulnya keinginan kita. Karena Allah Mahatahu di balik apapun keinginan kita. Baik keinginan jangka pendek, maupun jangka panjang. Kita tidak bisa mendeteksi secara cermat. Kadang-kadang kita hanya mendeteksinya sesuai dengan hawa nafsu kita.

Berkeluh kesah seperti nampak sepele. Tetapi, itu akan menjadi tolok ukur kualitas pengendalian diri kita. Ketahuilah bahwa kualitas seseorang itu tidak diukur dengan hal yang besar-besar, tetapi oleh hal yang kecil. Apabila kita ingin melihat suatu komplek perumahan yang berkualitas, maka cukup kita lihat saja rumput di halamannya. Kalau komplek itu berkualitas baik, maka rumputnya pun akan nampak terawat dengan baik.

Marilah kita respon setiap kejadian demi kejadian dengan respon yang positif. Mengapa? Karena setiap respon akan mempengaruhi persepsi kita terhadap masalah yang kita hadapi dan cara kita menyelesaikannya. Lebih dari itu, akan berdampak pula kepada orang-orang di sekitar kita.

Apalagi berkeluh kesah termasuk penyakit hati, bentuk ketidaksabaran kita dalam menerima ketentuan dari Allah. Sebuah hadits qudsi menyatakan bahwa “Barang siapa yang tidak ridha terhadap ketentuan-Ku, dan tidak sabar atas musibah dari-Ku, maka carilah Tuhan selain Aku.” (HR. Bukhari dan Muslim). []

 

Sumber: Islampos



Artikel Terkait :

About Mila Zahir

Check Also

Sebaiknya Lakukan Hal Ini saat Mendengar Adzan

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali.

Tinggalkan Balasan