Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Tuntun Ayah Menggapai Surga

0

Cinta seorang ayah kepada anaknya tak perlu lagi dipertanyakan. Para ayah biasanya memendam cintanya kepada sang anak, terlebih kepada anak perempuannya.

Mereka akan sangat memperhatikan kehidupan dan kecukupan sang anak. Para ayah juga akan selalu memberikan pendidikan terbaik, baik pendidikan dunia maupun akhirat.

Dan sudah menjadi tugas orangtua untuk mendidik anak menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Salah satu di antara bentuk cinta dan kasih sayang ayah pada anak perempuannya adalah dengan menyuruhnya, mendorongnya, memotivasinya untuk menutup aurat.

Namun sebagian anak perempuan terkadang merasa bahwa memakai jilbab harus siap dengan segala risiko yang akan mereka dapatkan dan tidak mau menggadaikan masa muda mereka yang penuh dengan kebebasan dan menunggu sampai menikah. Dengan dalih ketika mereka menikah mereka ingin benar- benar menjadi istri shalihah bagi suami mereka.

Duhai saudariku…

Tak ingatkah engkau kepada sesosok lelaki yang selama ini memperjuangkanmu, membesarkanmu, dan mengkhawatirkanmu ketika kau belum juga kembali ke rumahmu padahal hari sudah malam, dan engkau malah mementingkan perasaan dan ingin melindungi orang asing yang belum pasti dari siksa api neraka.

Duhai saudariku…

Tahukah engkau bahwa ketika kau melangkahkan kakimu selangkah dari rumahmu dengan membuka aurat, itu sama saja engkau selangkah menarik ayahmu menuju neraka-Nya, sosok yang yang begitu sabar menunggumu siap untuk berhijab dan mampu menuntunnya menuju surga-Nya malah engkau abaikan.

Duhai saudariku…

Ayahmu memang tak pernah senantiasa bersamamu, tak sedekat engkau dengan ibumu, tapi perjuangannya selama ini cukup menggambarkan betapa cintanya ia terhadapmu, betapa sayangnya ia padamu, maka janganlah engkau balas kasih sayangnya dengan sepercik api dari neraka-Nya.

Duhai saudariku…

Mari tuntun ayah kita dengan tidak melukai hatinya dan menunda menutup aurat kita dan membimbingnya menggapai surga-Nya. []

 

Sumber: Dakwatuna



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline