Breaking News
Foto: Islam Dunia

Muslimah Pakai Bedak?

Bedak biasanya menjadi make up dasar yang wajib bagi perempuan. Hampir setiap perempuan memakai bedak untuk sehari-hari. Bedak mempunyai kandungan dasar zinx dan titaniun dioxide yang dapat melindungi kulit wajah dari sinar uv. Selain itu, bedak pun dapat berfungsi untuk mencerahkan wajah.

Sebagai muslimah, kita tentu harus berhati-hati dalam menggunakan kosmetik. Jangan sampai kita masuk dalam golongan yang menyerupai wanita jahiliyah yaitu mereka yang bertabaruj (berhias diri untuk dilihat orang lain). Muslimah hanya boleh berhias dan memakai parfum di rumah untuk suaminya.

Tetapi, rasanya tidak enak juga jika keluar bersama suami muka nampak kusam dan malah jadi fitnah. Dan biasanya dengan bedak tipis dapat membantu mencerahkan muka yang kusam. Lalu adakah hadits atau ketentuan syariat mengenai bedak?

Dalil yang menunjukkan bahwa wanita boleh menggunakan bedak adalah hadits berikut.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

طِيبُ الرِّجَالِ مَا ظَهَرَ رِيحُهُ وَخَفِىَ لَوْنُهُ وَطِيبُ النِّسَاءِ مَا ظَهَرَ لَوْنُهُ وَخَفِىَ رِيحُهُ

“Sifat parfum laki-laki, baunya nampak sedangkan warnanya tersembunyi. Adapun sifat parfum wanita, warnanya nampak namun, baunya tersembunyi.” (HR. Tirmidzi, no. 2787; An-Nasa’i, no. 5120. Ada seorang perawi yang majhul -tidak disebut namanya- dalam hadits ini, penguat hadits ini pun lemah menurut Al-Hafizh Abu Thahir. Namun Syaikh Musthafa Al-‘Adawi dalam Jami’ Ahkam An-Nisa’, 4: 417 menyatakan bahwa hadits ini hasan lighairihi yaitu melihat jalur yang lain).

Kalau parfum laki-laki sangat jelas seperti yang dimaksud dalam hadits, itulah yang kita temukan dalam parfum yang digunakan oleh para pria saat ini. Sedangkan parfum wanita adalah parfum yang tidak nampak baunya, namun warnanya nampak. Apa yang dimaksud kalau begitu? Kalau kita lihat dari keterangan Syaikh Abu Malik dalam Fiqh As-Sunnah li An-Nisa’, hlm 420 yang dimaksud adalah bedak. Karena bedak itu warnanya terlihat, baunya tidak.

Namun ada dua syarat yang dikemukakan oleh para ulama ketika wanita ingin berhias diri dengan bedak dan kosmetik:

1. Tidak bertujuan mengelabui orang.

2. Kosmetik yang digunakan tidak berbahaya bagi kulit.

Dua syarat di atas disebutkan oleh Syaikh Musthafa Al-‘Adawi 4: 418, juga difatwakan oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz (mufti Kerajaan Saudi Arabia di masa silam) dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin (pakar fikih di adab ke-20). Lihat Fiqh As-Sunnah li An-Nisa’, hlm 420.

Sumber: rumaysho.com
Redaktur: Wini Sulistiani

About Ummu Khadijah

Check Also

Mengajarkan Adab Masuk Kamar Mandi pada Anak

Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki kamar mandi, lalu dia mengucapkan 'bismillah'

Tinggalkan Balasan