Breaking News
Foto: flickr.com

Gelar Shalihah, Tak Sembarang Wanita Bisa Meraihnya

Sebagai muslimah, tentu kita sangat menginginkan bahwa kita termasuk salah satu wanita shalihah. Tapi tentu penyandangan gelar kehormatan ini tak bisa sembarang wanita bisa meraihnya, tak juga sembarang wanita mengaku dan menyebut-nyebut dirinya shalihah.

Namun perlu kita ketahui dan pelajari sifat-sifat wanita shalihah berikut yang sesuai dengan al-Quran dan Hadits, yaitu:

1. Patuh dan taat kepada suaminya, “Laki-laki adalah pemimpin atas perempuan-perempuan karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan dengan sebab sesuatu yang telah mereka (laki-laki) nafkahkan dari harta-hartanya. Maka perempuan-perempuan yang shalih ialah yang taat lagi memelihara diri balik di depan maupun belakang suaminya sebagaimana Allah telah memelihara dirinya.” (An-nisa: 34).

2. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya, “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata, “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (H. R. An-Nasai).

3. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami), seperti yang dilakukan Asma’ binti Abi Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘Anhuma yang berkhidmat kepada az-Zubair bin Awwam Radhiallahu ‘anhu, suaminya.

4. Tidak memberikan kehormatan (kemaluannya) kecuali kepada suaminya. “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (an-Nuur: 2-3).

5. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya.

6. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi sang istri ini akan menjaga dirinya”. (H.R. Abu Dawud).

7. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta’ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. “Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya.” (H. R. Al-Bukhari).

8. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur. Ada yang bertanya kepada beliau, ‘Apakah mereka kufur kepada Allah?’ Beliau menjawab, ‘Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata, ‘Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.’’” (HR. Al-Bukhari).

9. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar’i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (H. R. Muslim).

10. Melegakan hati suami bila dilihat. “Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shalihah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya pergi.” (H. R Ibnu Majah).

11. “Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki) Pertama, mempunyai istri yang shalihah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu …” (HR Hakim).

12. Istri shalihah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir dan berperasaan bagi suaminya. “Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri. Agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.” (Ar Rum : 21).

Wanita shalihah adalah penghuni surga yang akan menjadi bidadari bagi suaminya yang shalih, dan ia akan menjadi permata hidup di dunia sampai dengan akhirat.

Semoga ukhti-ukhti semua bisa meraih semua itu. []

 

Sumber: Dakwatuna

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Dua Macam Kebaikan yang Harus Dipahami

kebaikan yang dilakukan untuk mendapatkan kerihdaan manusia, misalnya karena ingin mendapatkan uang, atau yang bersangkutan dengan hal duniawi tidak ada sangkut pautnya dengan urusan akhirat atau mencari Ridha dari Allah SWT, maka balasan yang akan kita dapatkan tentu saja dari manusia juga.

Tinggalkan Balasan