Breaking News
Foto: elestadonoticias.com

Mengapa Menjadi Orang Baik Sering…

Setiap diri tentu ingin menjadi lebih baik dari hari ke hari. Apalagi untuk kita yang sedang semangat dalam berhijrah, betul kan ukhti? Yah… benar bahwa ‘balas dendam’ terbaik adalah menjadikan diri kita lebih baik.

Tapi dalam proses menuju lebih baik itu ternyata tidak mudah. Kita akan dihadapkan dengan beberapa tantangan dan rintangan! Tentu kita takkan mampu melewatinya tanpa izin dan pertolongan Allah.

Mungkin di tengah perjalanan kita akan merasa:

Mengapa orang baik sering merasa tersakiti?

Karena orang baik selalu mendahulukan orang lain. Dalam ruang kebahagiaannya, ia tak menyediakan untuk dirinya sendiri, kecuali hanya sedikit.

Mengapa orang baik kerap tertipu?

Karena orang baik selalu memandang orang lain tulus seperti dirinya. Ia tak menyisakan sedikit pun prasangka buruk bahwa orang yang ia pandang penyayang mampu mengkhianatinya.

Mengapa orang baik sering dicela?

Karena orang baik tak pernah mau membalas. Ia hanya menerima, meski bukan dia yang memulai perkara.

Mengapa menjadi orang baik sering meneteskan air mata?

Karena orang baik tak ingin membagi kesedihannya. Ia terbiasa mengobati sendiri lukanya dengan pertolongan Allah, dan percaya bahwa suatu saat Allah akan segera mengganti kesabarannya.

Mengapa orang baik sering kalah?

Karena orang baik tidak ambisius menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan.

 

Mengapa orang baik sering disingkirkan?

Karena orang baik dalam sistim yang buruk memang tidak mendapat tempat dan hanya boleh berada di pinggir.

Lalu, apakah menjadi orang baik itu rugi dan sia-sia?

Tidak. Tetaplah berusaha menjadi orang baik. Karena ukuran sukses dan bahagia di dunia ini relatif. Orang baik pasti sukses dan bahagia di dunia dan akhirat.

Orang baik tak pernah membenci yang melukainya.

Karena orang baik selalu memandang bahwa di atas semuanya, Allah tujuannya. Jika Allah menghendakinya, bagaimana ia akan mendebat atau melawan kehendak-Nya?
Itulah sebabnya orang baik tak memiliki ruang dendam dalam kalbu dan hati sanubarinya.

“Jika engkau buka ruang di hatinya, akan engkau temukan banyak doa, kasih dan tali persaudaraan yang dimilikinya”.

Selamat Berjuang untuk selalu menjadi orang yang baik. []

 

Sumber: Hamasah

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

12 Inspirasi Desain Mushola Kecil di Rumah

Musala meskipun ukurannya minimalis, jika bersih dan nyaman, pasti akan membuat kita semakin khusyuk saat beribadah. Ingin menghadirkan musala di rumahmu meski hanya berukuran minimalis?

Tinggalkan Balasan