Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Pertemanan Seperti Ini akan Sangat Bermanfaat!

0

 

Shalihah, dalam pertemanan tentu harus ada ikatan yang memang selaras dengan apa yang telah Islam ajarkan. Ingatkan diri bahwasanya pertemanan tidak hanya dibangun atas dasar semua hal yang bersifat dunia saja (karena suka hobi yang sama misalnya).

Ingatlah bahwa segala pertemanan dan hubungan yang tidak dibangun di atas takwa, maka pada hari kiamat ia akan dalam keadaan yang membahayakan, yakni saling bermusuhan.

Perhatikan sebuah hadits berikut:

Diriwayatkan dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari, no. 2101)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian.” (HR. Abu Daud, no. 4833; Tirmidzi, no. 2378; dan Ahmad, 2:344. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Imam Al-Ghazali rahimahullah mengatakan, “Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya.” (Tuhfah Al-Ahwadzi, 7: 94)

Teman yang shalih punya pengaruh untuk menguatkan iman dan terus istiqamah karena kita akan terpengaruh dengan kelakuan baiknya hingga semangat untuk beramal. Sebagaimana kata pepatah Arab,

الصَّاحِبُ سَاحِبٌ

“Yang namanya sahabat bisa menarik (mempengaruhi).”

Ahli hikmah juga menuturkan,

يُظَنُّ بِالمرْءِ مَا يُظَنُّ بِقَرِيْنِهِ

“Seseorang itu bisa dinilai dari orang yang jadi teman dekatnya.”

Para ulama pun memiliki nasehat agar kita selalu dekat dengan orang shalih.

Loading...

Al-Fudhail bin ‘Iyadh berkata,

نَظْرُ المُؤْمِنِ إِلَى المُؤْمِنِ يَجْلُو القَلْبَ

“Pandangan seorang mukmin kepada mukmin yang lain akan mengilapkan hati.” (Siyar A’lam An- Nubala’, 8: 435)

Maksud beliau adalah dengan hanya memandang orang shalih, hati seseorang bisa kembali tegar. Oleh karenanya, jika orang-orang shalih dahulu kurang semangat dan tidak tegar dalam ibadah, mereka pun mendatangi orang-orang shalih lainnya.

‘Abdullah bin Al-Mubarak mengatakan, “Jika kami memandang Fudhail bin ‘Iyadh, kami akan semakin sedih dan merasa diri penuh kekurangan.”

Ja’far bin Sulaiman mengatakan, “Jika hati ini ternoda, maka kami segera pergi menuju Muhammad bin Waasi’.” (Ta’thir Al-Anfas min Hadits Al-Ikhlas, hlm. 466).

Dengan begitu, kita akan merasakan manfaat berteman dengan teman shalihah seperti berikut:

1. Dia akan mengingatkan kita untuk beramal shalih, juga saat terjatuh dalam kesalahan.

2. Dia akan mendoakan kita dalam kebaikan.

3. Teman dekat yang baik akan dibangkitkan bersama kita pada hari kiamat.

Nah itulah tiga manfaat yang akan kita rasakan jika berteman dengan teman shalihah, manfaat yang tidak hanya akan dirasakan di dunia saja, atau enaknya saja, tapi juga teman shalihah akan saling memberikan syafaat (dengan izin Allah), karena pertemanan itu dibangun di atas takwa dan cinta karena Allah.

 

Semoga Allah memberikan kita teman yang shalih di dunia dan akhirat. []

 

Sumber: Rumaysho



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline