Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Hati-hati, Ini 2 Pintu Menuju Perselingkuhan!

0

Saat ini perselingkuhan sudah dianggap hal yang tidak aneh bagi sebagian orang. Bahkan dianggap sebagai hal yang lumrah. Tentunya bagi orang yang beriman kita harus menjauhi hal itu.

Sebagai seorang istri kita harus menjaga suami kita agar tidak terjerumus kepada perselingkuhan. Selingkuh merupakan perbuatan zina dan itu haram hukumnya.

Kewajiban setiap kita untuk menjauhkan anggota keluarga dari perbuatan dosa. Jadi urusan menjauhkan suami dari perbuatan selingkuh bukan hanya untuk menjaga keutuhan keluarga, tetapi juga untuk menjalankan perintah Allah Swt.

Ada dua pintu yang bisa menyebabkan perselingkuhan. Seringkali dua hal ini terabaikan dan dianggap biasa. Ketika suami melakukan hal ini, istri tenang-tenang saja, sampai akhirnya terjadi perselingkuhan.

Apa dua pintu menuju perselingkuhan?

1. Membiarkan perempuan lain curhat dengan suaminya

Banyak ditemui seorang suami dengan leluasa menerima curhat wanita lain yang bukan muhrimnya dan tidak ada ikatan keluarga.

Apalagi di era sekarang ini, semua orang dengan mudah bisa terhubung dengan berbagai sarana yang canggih seolah tidak ada lagi dinding pemisah.

Mengapa curhat bisa menjadi pintu menuju perselingkuhan? Dari curhat ini akan timbul rasa nyaman, melahirkan empati dan rasa kasihan.

Bisa jadi awalnya seorang perempuan curhat dengan seorang laki-laki mengenai permasalahan keluarganya, tidak ada niat lain.

Namun, lama-lama timbul rasa kagum dan simpati, apalagi jika nasihat laki-laki itu mengena pada persoalan yang dihadapi. Tidak sedikit timbul saling ketertarikan berawal dari curhat ini. Baik curhat secara offline maupun online.

2. Jangan menjadikan sahabat kita juga sahabat suami

Tentunya sesama wanita memiliki sahabat yang sangat erat. Sedekat apapun kita dengannya, bukan berarti ia juga harus dekat dengan suami kita.

Tidak sedikit kejadian yang menimpa saudara kita dengan istilah teman makan teman. Asalnya sahabat istri kemudian bersahabat juga dengan suami.

Lama-lama menjadi dekat dan akrab, kemudian timbul rasa ketertarikan. []

 

Sumber: ummi-online.com



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline