Breaking News
kecerdasan dan ASI
Foto: quora.com

Ketika ASI Tidak Lancar, Cepat Lakukan Hal Ini

Air susu ibu (ASI) adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat. Air susu ibu diproduksi karena pengaruh hormon prolaktin dan oksitosin setelah kelahiran bayi.

Menyusui merupakan salah satu cara untuk memberikan asupan nutrisi bagi bayi yang baru lahir. Proses menyusui secara ekslusif harus dilakukan hingga bayi berusia 6 bulan. Setelah itu dilanjutkan hingga usia anak mencapai 2 tahun. Namun terkadang dalam proses menyusui seringkali dihadapkan dengan beberapa kendala seperti ASI yang sedikit atau susah keluar.

Terkadang dalam menyikapi hal ini seringkali membuat seorang ibu menjadi putus asa dan bahkan menghentikan proses menyusui secara alami dan memilih untuk menggantinya dengan susu formula. Tindakan seperti ini tentunya bukan sebuah solusi yang tepat sebab bayi yang baru lahir hingga berusia 6 bulan seharusnya mendapatkan ASI bukan susu formula.

Jika Anda mengalami kendala dalam proses menyusui seperti air susu yang sedikit dan tidak lancar maka berikut ini adalah tips yang harus Anda lakukan untuk mengupayakan agar ASI kembali normal.

1. Mengetahui Tanda Kecukupan ASI
Sedikit atau banyak ASI yang dihasilkan itu sangat relatif. Jika menurut ibu ASI yang keluar sedikit, belum tentu menurut si kecil. Bisa saja ASI yang Anda hasilkan Sudah memenuhi kebutuhan si kecil. Oleh karena itu sebaiknya Bunda mengetahui tanda kecukupan ASI untuk si kecil. Salah satu tandanya tentu bisa dilihat dari berat badan. Sebab pada 3 bulan pertama berat badan si kecil seharusnya akan bertambah 1 ons per hari. Selain itu, Anda juga bisa melihat dari frekuensi buang air kecilnya. Jika sering maka kemungkinan si kecil mendapatkan ASI yang cukup.

2. Frekuensi Menyusui Lebih Sering
Langkah selanjutnya jika ASI yang keluar sedikit atau tidak lancar yaitu dengan meningkatkan frekuensi menyusui. Mulai mengubah jadwal menyusui menjadi lebih sering dibandingkan sebelumnya. Hisapan bayi terhadap putting susu akan memberikan stimulus sehingga produksi ASI bisa meningkat.

3. Gunakan Pompa ASI
Untuk memberikan stimulus terhadap produksi ASI, Anda juga bisa menggunakan pompa ASI. Selain untuk merangsang ASI, pompa ASI juga bermanfaat dalam menyiapkan ASI cadangan bagi si kecil. Walaupun diberikan melalui botol tetapi si kecil masih bisa mendapatkan ASI yang alami.

4. Usahakan Supaya Bayi Tetap Terjaga Selama Menyusui
Terkadang budaya di masyarakat membiarkan bayi menyusu hingga tertidur. Hal ini merupakan salah satu kesalahan yang akan membuat si kecil tidak mendapatkan ASI secara maksimal sehingga pada akhirnya kekurangan nutrisi. Usahakan supaya si kecil tetap terjaga ketika sedang menyusu supaya bisa menghisap air susu secara optimal.

Anda bisa mencoba berbagai posisi menyusui dan usahakan untuk menggunakan kedua sisi payudara sehingga keduanya memiliki kemampuan yang sama dalam hal menghasilkan ASI. Jangan hanya mengandalkan bagian sebelah payudara saja.

5. Berkonsultasi dengan Dokter
Banyak faktor yang bisa mempengaruhi produksi ASI yang sedikit. Salah satunya yaitu masalah hormone. Nah, jika Anda sudah melakukan berbagai cara untuk memperlancar ASI dan produksinya masih sedikit, maka dalam hal ini sebaiknya mulai berkonsultasi dengan dokter. Jangan membiarkan kondisinya berlarut-larut karena si kecil bisa kekurangan nutrisi dan menghambat tumbuh kembangnya.

Masalah ASI yang sedikit bisa berasal dari kesehatan ibu hamil yang berkaitan dengan hormone seperti gangguan tiroid. Masalah kesehatan seperti ini memang tidak bisa dibiarkan begitu saja dan harus mendapatkan penanganan yang benar sehingga tidak akan berlarut-larut.

Nah, demikian beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait ASI yang sedikit dalam proses menyusui. Jangan memberikan susu formula jika usia bayi masih dibawah 6 bulan. Tetap usahakan ASI yang utama bagi si kecil. Semoga bermanfaat. []

Sumber: Sehatselaluku

About Ralda Rizmainun Farlina

Check Also

Cara Memutihkan Gigi dengan Bahan Alami

Penggunaan siwak mungkin bukan baru kali ini saja. Siwak sudah digunakan sejak zaman dahulu. Fungsinya yang digunakan sebagai alat tradisional pembersih gigi ini ternyata juga memiliki manfaat lain yaitu sebagai pemutih gigi alami.

Tinggalkan Balasan