Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Bolehkah Aku Mengajak pada Kebaikan Sedang Aku Sendiri Belum Melakukannya?

0

Sungguh kita semua menyadari bahwa diri kita bukanlah orang baik, apalagi suci. Setiap anak cucu Adam pasti berbuat dosa, dan yang terbaik dari mereka adalah yang bertaubat.

Meninggalkan dosa bukanlah syarat untuk nahi munkar, bahkan sesama pelaku maksiat pun harus saling bernahi munkar sesama mereka. Sebagaimana sesama orang beriman tetap dianjurkan untuk beramar ma`ruf meski ia sendiri belum mempraktikkannya.

Jadi, mencegah kemunkaran tetap harus ditegakkan meski ia sendiri masih melakukannya, akan tetapi dengan demikian ia masih menyisakan cacat dalam dirinya akibat dari ucapan yang bertolak belakang dengan perbuatannya itu.

Abu Darda radhiyallahu `anhu berkata: ”Boleh jadi aku mengajak kalian pada suatu kebaikan sedang aku sendiri belum melakukannya, namun aku berharap Allah mencatatnya sebagai suatu kebaikan bagiku.” (Siyar A`laamin Nubala` II/335)

 

Kalau ada orang yang sedang ghibah dan orang lain mendengarkannya, maka ia harus tetap melarang orang itu dari perbuatan haram ini, meskipun ia sendiri masih terlibat dengannya. Karena dengan mendiamkan kemunkaran itu justru terkumpul padanya dua kemunkaran:

Pertama: Perbuatannya yang mendengar ghibahnya.

Kedua: Membiarkan orang lain ikut dalam kemunkaran tersebut tanpa dicegah.

Jadi, orang yang melihat kemunkaran namun tidak melarangnya berarti telah menolong orang tersebut semakin larut dalam dosanya. Karena mendiamkan suatu dosa berarti memberi kesan baik baginya di mata manusia, sedang menjauhi kemunkaran merupakan konsekuensi dari sikap mengingkari dengan hati.

Nah shalihah, jangan lupa untuk terus memperbaiki diri ya. Kewajiban kita juga untuk berdakwah (menyampaikan agama ini sesuai dengan kapasitas dan kemampuan), beramar ma’ruf nahi munkar. Agar kita bisa meminimalisir kerusakan-kerusakan yang terjadi di muka bumi ini akibat perbuatan manusia. []

 

Sumber: Wanitasalihah



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline