Breaking News
Foto: Pinterest

Ayah, Mari Berhenti Sejenak

 

Suatu kali, Rasulullah saw meminta anak-anak berbaris. Rasul berdiri di seberang mereka.

“Siapa yang paling cepat,” ujar Rasul pada anak-anak itu, “akan mendapat hadiah.”

Merekapun berlari dengan cepat. Satu sama lain berusaha saling mendahului. Nabi sudah bersiap. Begitu sampai, mereka—anak-anak itu—mengerumuni beliau. Ada yang di dada. Juga punggung beliau. Nabi membalas dengan menciumi mereka.

Wajah anak-anak itu berbinar. Diliputi kebahagiaan. Nabi membanggakan mereka. (HR. Ahmad, disebutkan juga dalam “Majma’al-zawaid” karangan Al Baihaqi)

Kisah nyata ini ada di buku “Athfal Ma’ al-Rasul”, karya Dr. Nizar Abazhah.

Sejenak, mari kita bayangkan. Seorang laki-laki agung nan perkasa, utusan yang mulia, menuntun tangan anak-anak penuh makna, berlarian, tertawa, dan menciumi mereka.

Jangan tanya kesibukannya. Ia penyampai risalah dari Rabb yang Maha Esa. Tak berbanding sedikitpun dengan kesibukan kita.

Maka hai para ayah, berhentilah sejenak dari kesibukanmu. Genggam tangan anak-anakmu. Lihat wajah mereka. Berlarilah bersama mereka. Ajaklah mereka tertawa. Atau sekadar duduk bersama berbagi cerita.

Ayah, berhentilah sejenak. Sesungguhnya masa kecil anak-anakmu hanya sebentar saja. []

Rubrik ini bekerja sama dengan Yayasan BuQu Purwakarta, Jawa Barat



Artikel Terkait :

About Ummu Khadijah

Check Also

3 Ucapan Paling ‘Berbahaya’ dari Mulut Seorang Pria

Ada tiga ucapan yang paling berbahaya keluar dari mulut seorang pria kepada wanita. Apa sajakah itu?

Tinggalkan Balasan