Breaking News
Foto: Google Images

Surat Untukmu Calon Istriku

Oleh: Ibnu Kosim

Wahai jodohku, apa kabarmu disana? Semoga kamu selalu berada dalam lindungan-Nya. Meskipun aku tidak mengenalmu, namun percayalah, kamu selalu terselip dalam setiap do’aku. Apakah kamu melakukan hal yang sama?

Wahai jodohku, rasa penasaran akan dirimu, begitu menggebu-gebu, mengguncang jiwa yang sebelumnya tenang-tanang saja.

Proses pertemuan seperti apa yang membuat cinta tumbuh diantara kita? Kalimat apa yang harus aku ucapkan saat pertama kali kita berjumpa? Pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana kita dipersatukan, terkadang mengganggu hari-hari penantianku.

Aku berharap Tuhan segera pertemukan kita. Aku sudah lelah dengan petualangan cinta yang semu. Apakah saat ini kamu sedang berada dalam kisah cinta yang salah, sehingga kamu tidak kunjung mendekat padaku? Jika iya, aku akan tetap sabar menunggumu. Menunggu kisah cintamu berakhir, menunggu kamu sadar bahwa orang yang bersamamu bukanlah jodohmu.

Wahai jodohku, semua tentangmu adalah misteri bagiku. Kamu adalah sebuah teka-teki yang tidak mudah untuk aku pecahkan.

Dalam penantianku, akan aku persiapkan sejuta kata cinta untukmu. Akan aku bangun kerajaan cinta untukmu. akan aku kerahkan seluruh jiwa dan ragaku demi kebahagiaanmu. Aku memang tidak mengenalmu tapi aku sangat mencintaimu, karena kita telah ditakdirakan untuk saling mencintai, meskipun saat ini kita tidak saling mengenal.

Wahai jodohku, perkenalkan aku adalah pria yang akan mendampingimu. Aku adalah calon imam bagimu. Aku adalah ayah dari anak-anakmu kelak.

Disini aku sedang mempersiapkan segala sesuatunya agar kita dapat hidup bahagia saat waktunya tiba. Selain itu, aku mulai mendekatkan diri pada sang pencipta dan belajar ilmu agama, agar aku bisa menasehatimu dikala kamu sedang khilaf dan aku akan menjadi panutan bagi anak-anak yang akan kamu lahirkan kelak.

Waktu itu akan tiba, waktu yang aku dan kamu nanti-nantikan. waktu itu akan menjawab semua pertanyaan prihal jodoh yang selama ini menjadi rahasia tuhan. Waktu itu Tuhan akan mempertemukan kita. Pertemuan yang biasa, sehingga kita tidak pernah mengira jika tuhan telah menakdirkan kita untuk hidup bersama.

Perlahan cinta akan tumbuh dan berseri mawarnai hari demi hari yang kita lalui. Waktu itu terasa begitu indah. Aku mencintaimu dan kamu juga memiliki perasaan yang sama. Waktu itu adalah awal dari perjalanan hidup kita yang baru. Hidup yang sempurna, kita akan selalu bergandeng tangan dikala menghadapi cobaan demi cobaan yang datang silih berganti. []

About Ralda Rizmainun Farlina

Check Also

Tips Menolak Lamaran tanpa Menyakiti

Ini membingungkan. Kadang laki-laki mengira kamu mau dengannya setelah dia menunggu. Padahal sebetulnya kamu ngga mau. Kalo sejak awal sama sekali ngga tertarik bilang aja, "Mohon maaf saya udah ada calon." Itu lebih baik daripada memberikan jawaban menggantung.

Tinggalkan Balasan