Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Muslimah Berkuku Panjang, Dosakah?

0

Wanita biasanya identik dengan berhias, ada beberapa wanita yang senantiasa melakukan apa saja hanya untuk mempercantik dan merias dirinya. Salah satunya memanjangkan kuku dan memakaikannya kutteks. Lantas bagaimana hukumnya jika wanita muslimah ikut melakukan hal semacam ini?

Ulama’ sepakat bahwa memotong kuku yang melebihi ujung jari hukumnya sunah bagi laki-laki dan perempuan, baik kuku kaki atau tangan, berdasarkan sabda nabi ;

الفِطْرَةُ خَمْسٌ، أَوْ خَمْسٌ مِنَ الفِطْرَةِ: الخِتَانُ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَنَتْفُ الإِبْطِ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ، وَقَصُّ الشَّارِبِ

“Perkara fitrah ada lima: berkhitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, menggunting kuku dan mencabut bulu ketiak,” ( Shohih Bukhori, no.5889, dan Shohih Muslim, no.257 )

Sedangkan waktu pemotongan kuku dalam sebuah hadits diriwayatkan ;

وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمِ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفِ الْإِبِطِ، وَحَلْقِ الْعَانَةِ، أَنْ لَا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Kami diberi waktu untuk mencukur kumis, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak dan memotong bulu kemaluan agar tidak membiarkannya lebih dari empat puluh hari,” ( Shohih Muslim, no.258 ).

Imam Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini memberi penjelasan bahwa para sahabat tidak pernah mengakhirkan memotong kuku, kalaupun mengakhirkannya, tidak pernah melebihi 40 hari, jadi maksudnya bukannya nabi memberi izin untuk mengakhirkan memotong kuku selama 40 hari secara mutlak.

Beliau menambahkan, yang menjadi acuan adalah ketika kuku sudah panjang maka disunahkan untuk memotongnya, dan hal ini tentu berbeda-beda pada setiap orang. Imam Syafi’i dan ashhab-ashhab beliau menyatakan disunahkannya untuk memotong kuku pada hari jum’at, ini berarti bahwa pemotongan kuku dianjurkan untuk dilakukan seminggu sekali.

Kesimpulannya, memanjangkan kuku adalah perbuatan yang menyalahi sunah rosul, dan hukumnya adalah makruh, bahkan sangat dimakruhkan bila lewat dari 40 hari, kuku belum dipotong, sampai-sampai sebagian ulama’ mengharamkannya. Wallahu a’lam. []

Berbagai Sumber



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline