Breaking News
Foto: Islampos

Ukhti, Jagalah Lisan dari Mencibir

Ukhti, sadar maupun tidak kita lebih sering menghakimi seseorang yang menurut pandangan kita buruk. Padahal, bisa jadi orang yang kita anggap buruk justru lebih mulia di hadapan Allah dibandingkan kita. Kita sangat sering mencibir orang lain tanpa pernah melihat justru diri kitalah yang lebih pantas untuk dicibir.

Ukhti, sangat mudah lisan ini menghina orang lain tanpa pernah bercermin, padahal, boleh jadi justru diri kitalah yang sangat hina di hadapan-Nya. Sungguh sangat mudah hati ini berprasangka pada orang lain. Namun sangat sulit hati ini berprasangka pada diri sendiri yang lebih sering riya dalam beramal.

Kita mungkin sama-sama lupa bahwa Allah tidak pernah tidur. Kita mungkin lupa atau berpura-pura lupa bahwa Allah yang menerbitkan matahari dari timur kemudian menenggelamkannya di barat. Dan menghiasi malam dengan bulan serta ribuan bintang. Jika alam semesta begitu mudah Allah atur dengan KuasaNya, apa lagi hati kita yang begitu mudah terbulak-balik.

Ukhti, ketika banyak dari saudara kita yang mulai meninggalkan maksiat dan menuju kepada Allah. Sungguh, jagalah hati kita untuk tidak berprasangka padanya. Sungguh, jagalah lisan kita untuk mencibir dan memuji mereka secara berlebihan. Karena bisa jadi, lisan kitalah yang memperkeruh niatan seseorang untuk menuju Rabbnya.

Dalam bukunya Jalan Hijrahku, Febrianti Almeera menyampaikan sebuah paragraf yang seharusnya membuat kita sadar bahwa Allah Yang Maha Kuasa atas takdir kehidupan orang lain.

“Hari ini mungkin dia tidak berkerudung, esok lusa mungkin dia adalah yang paling ikhlas menutup auratnya. Hari ini dia mungkin seorang yang kasar dan keras, esok lusa mungkin dia adalah yang paling lembut tutur katanya. Hari ini mungkin dia orang yang paling ingkar kepada Allah SWT, esok lusa mungkin dia adalah yang paling istiqomah berbenah diri di hadapan-Nya. Kita tidak tahu dan tidak akan pernah tahu tentang masa depan seseorang. Maka, tugas kita bukanlah untuk mempermasalahkan orang. Melainkan mengajak siapapun bergerak bersama ke jalan Allah dan saling mendoakan. Jangan hina permulaan seseorang, karena kita tidak pernah tahu bagaimana akhirnya.” []

 

Sumber: Islampos

About Mila Zahir

Check Also

Sebaiknya Lakukan Hal Ini saat Mendengar Adzan

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali.

Tinggalkan Balasan