Breaking News
Foto: Pinterest

Yuk Obati Hati dengan Mencintai Allah

Ukhti, cinta kepada Allah merupakan terapi yang paling mujarab bagi hati. Apa lagi cinta (mahabbah) itu merupakan akar ibadah dan pengabdian. Allah subhanahu wata’aala berfirman,

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165).

Imam Ibnu Qayyim berkata dalam syairnya, “Kebaikan hati, kebahagiaan dan kenikmatannya adalah mencurahkan rasa cinta ini hanya kepada Yang Maha Pengasih.”

Maksudnya adalah bahwa kebaikan, kebahagiaan, dan kenikmatannya berada pada ketulusan cinta kepada Allah subhanahu wata’aala.

Ukhti, cinta kepada Allah subhanahu wata’aala itulah surganya hati, kekuatan dan kehidupannya. Demi Allah, sesungguhnya hati tidak akan bahagia, tidak akan baik, tidak akan istiqamah, tidak akan menikmati kebahagiaan, tidak merasakan kelezatan dan tidak akan merasa tentram kecuali dengan mencintai Allah subhanahu wata’aala.

Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu. Ia menuturkan, “Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda,

Ada tiga perkara, yang apabila ia ada pada seseorang, niscaya ia merasakan manisnya iman, yaitu (1) Apabila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai melebihi segala sesuatu selain keduanya, (2) Mencintai seseorang hanya semata-mata karena Allah,
dan (3) Tidak suka kembali kepada kekafiran setelah ia diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana ia tidak suka diceburkan ke dalam Neraka.” (Shahih Bukhari no.21, Shahih Muslim no.43)

Ukhti, dengan mencermati hadits ini secara mendalam dapat kita ketahui bahwa ujung-ujungnya tetap berkisar pada cinta kepada Allah subhanahu wata’aala.

Cinta (kepada Allah) itu merupakan kewajiban agama yang paling agung, dasarnya yang paling banyak dan kaidahnya yang paling tinggi, bahkan cinta merupakan landasan setiap amalan iman dan agama. Allah subhanahu wata’aala telah berfirman,

“Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (At-Taghabun: 11).

Ukhti, tanda atau bukti cinta kepada Allah subhanahu wata’aala dan ukurannya yang benar adalah firman-Nya, “Katakanlah, ‘Jika kamu benar-benar cinta kepada Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mencintaimu dan menghapuskan dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’” (Ali Imran: 31)

Sejauh kadar kepatuhan dan ketaatan Anda kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik secara lahir maupun batin, maka sejauh itu pulalah kadar kecintaan Anda kepada Allah yang dapat memperbaiki hati Anda. Karena mencintai Allah secara mendalam merupakan terapi paling mendalam bagi hati. []

 

Sumber: Islampos

About Mila Zahir

Check Also

Sebaiknya Lakukan Hal Ini saat Mendengar Adzan

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali.

Tinggalkan Balasan