Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Adakah Wanita-wanita Muslimah Seperti Mereka?

0

Wanita adalah pendidik pertama umat manusia. Dan seorang wanita muslimah juga memiliki tanggung jawab terhadap agamanya, dari sisi kewajiban untuk mempelajari dan memahami agama Islam, mengamalkannya, mendakwahkannya, bersabar dalam menghadapi gangguan dalam prosesnya.

Sayyidah Khadijah radhiyallahu ‘anha mungkin merupakan contoh terbaik bagi seorang muslimah. Beliau menjadi pendamping Nabi Shallallahu alaihi wasallam, beriman kepada beliau, mempercayai beliau, menanggung resiko putusnya hubungan dari keluarga dan karib kerabat karena membela beliau, membantu beliau dengan harta bendanya, menenangkan beliau dengan kelemahlembutannya, dan mengencangkan dekapannya ketika beliau dihinggapi rasa khawatir, seraya mengucapkan ucapannya yang melegenda:

“Sekali-kali tidak demi Allah. Allah tidak akan menghinakan dirimu selamanya. Engkau senantiasa menyambung silaturahmi, membantu orang lain, memberi kepada orang yang tidak punya, memuliakan tamu, dan membantu orang yang menuntut haknya.” (Muttafaqun alaih)

Kemudian dia membawa suaminya menemui Waraqah bin Naufal, seorang yang masih mengikuti ajaran agama Ibrahim ‘alaihissalam , untuk memastikan dugaannya terhadap suaminya (bahwa beliau adalah seorang nabi, pent.).

Tekadnya bertambah kuat setelah mendapatkan persaksian dari seorang ahli kitab. Dan setelah itu, beliau terus berada di samping suaminya dalam medan dakwah ilallah, hingga Allah mewafatkan beliau sebagai seorang wanita yang diridhai oleh-Nya.

Allah Ta’ala secara khusus pernah mengutus Jibril alaihissalam Kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam untuk menyampaikan salam-Nya kepada Khadijah, Allah menjanjikan kepadanya sebuah rumah di surga yang terbuat dari emas dan perak, tiada teriakan dan keletihan di dalamnya. (HR. al-Bukhari)

Contoh lain adalah Sumayyah radhiyallahu anha, beliau adalah wanita pertama yang mati syahid dalam agama Islam. Beliau disiksa hingga akhirnya meninggal karena mempertahankan agamanya.

Siapa saja yang menelusuri berbagai peristiwa yang terjadi pada diri para sahabat wanita yang mulai, baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshar, niscaya akan mendapati berbagai peristiwa mencengangkan. Seperti bagaimana mereka dalam memuliakan sesama wanita, dalam berdakwah, dalam mendidik anak-anak lelaki mereka dan memotivasi mereka untuk ikut berjihad fi sabilillah, dalam menuntut ilmu, dalam menyebarkan kebaikan, dan bagaimana motivasi mereka yang besar dalam mengejar kemuliaan.

Contoh lain adalah Sayyidah Khansa`. Dahulu (pada masa jahiliah, pent.) dia pernah bersedih atas kematian saudaranya yang bernama Shakhr, dengan kesedihan yang sangat besar, sampai-sampai ia dijadikan sebagai lambang dalam bersedih karena kematian keluarga. Namun setelah masuk Islam dan dia menerima kabar kematian empat orang putranya pada perang al-Qadisiah, dia justru mengucapkan “alhamdulillah”, memuji Allah, bersabar, dan mengharapkan pahala dari Allah. Karena memang sebelum terjadinya perang, ia telah memotivasi semua putranya untuk berjihad dan menganjurkan agar mereka berperan maksimal dalam peperangan. Inilah hidayah Allah yang diperolehnya, tatkala keimanan telah merasuk ke relung hatinya yang terdalam.

Dan tentu saja kita tidak melupakan Aisyah radhiallahu ‘anha sebagai contoh ideal bagi kaum muslimah dalam hal: Menghafalkan agama Allah dan mengajarkannya kepada segenap lelaki dan wanita, dan beliau merupakan rujukan fatwa hingga beliau wafat. Sudah menjadi kebiasaan dari para pembesar sahabat untuk merujuk kepada beliau dalam banyak permasalahan. Hal ini tentu tidak mengherankan mengingat beliau hidup di dalam rumah kenabian, rumah yang di dalamnya turun hikmah dari al-‘Alim al-Khabir.

Yang menjadi pertanyaan:

Adakah wanita-wanita muslimah sekarang yang seperti mereka, atau paling tidak mendekati kedudukan mereka para shahabiyah atau berusaha meneladani mereka? Ataukah para wanita sekarang lebih mengidolakan artis sinetron atau bintang film? Na’udzubillah.

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa memberi kita petunjuk agar dapat menjadi wanita-wanita shalihah ya ukhti. []

 

Sumber: Al-atsariyyah



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline