Breaking News
Foto: Vecteezy

Hukum Rayakan Valentine’s Day dalam Islam

Sudah tahu bukan bahwa kaum muslim hanya memiliki 2 macam hari perayaan saja, ya hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha. Di luar kedua hari raya tersebut, kaum muslim tak memiliki hari raya yang lain lagi.

Namun, faktanya saat ini banyak sekali kaum muslim itu sendiri yang berbondong-bondong mengadopsi kebiasan-kebiasan dari barat. Maka tak heran jika saat ini banyak hari raya di luar Islam yang ikut dirayakan oleh kaum muslim itu sendiri.

Lantas bagaimana hukumnya?

Sudah jelas sekali jika ini semua yang dijelaskan diatas membuat keharaman yang mutlak bagi umat Islam, yang mau ikut serta atau mencoba untuk nimbrung di dalamnya.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, ”Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya mereka, dengan mengucapkan, ”Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah shubhanahu wa ta’ala. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah shubhanahu wa ta’ala dan lebih dimurkai daripada memberi selamat atas perbuatan minum khamr atau membunuh.”

Kalau cuma ikut-ikutan saja bagaimana?

Ibarat orang tertawa terbahak bahak tanpa ada hal lucu, itulah jawabannya. Seperti kerbau dicocok hidungnya, ikut saja. padahal jelas baginya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ”Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut,” (HR. Thirmidzi).

Malahan Allah shubhanahu wa ta’ala berfirman, ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim,” (TQS. Al Maidah: 51).

Jadi, jangan sampai kita malah terjerumus ke dalam kemaksiatan yang tidak kita ketahui. Seolah dianggap hal yang lumrah dan senantiasa terus mengikuti kebiasaan tersebut sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, tanpa kita ketahui di balik itu semua ternyata benar-benar mengandung resiko bahkan dosa yang nyata. []

Sumber : Situslakalaka.blogspot.com

About Ralda Rizmainun Farlina

Check Also

Sebaiknya Lakukan Hal Ini saat Mendengar Adzan

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali.

Tinggalkan Balasan