Breaking News
Foto: Pinterest

Jangan Pelit Memuji Anak

 

Anggi seperti biasa ketika melihat tukang mainan akan ribut dan mulai merengek minta dibelikan. Siang itu kami mengunjungi budenya, dan kebetulan tukang mainan lewat. Di rumah sudah ada kesepakatan bahwa kita pergi ke rumah bude dan tidak membeli mainan.

Anggi mulai ribut, terus bicara mau ini, mau itu, saya tak menghiraukan dan menyuruhnya masuk ke rumah budenya. Ketika masuk dan bersalaman ia tetap saja ribut, sampai akhirnya saya hentikan dia dan bicara bahwa “janjinya di rumah tidak beli mainan, sekarang di rumah bude, main sama Ilham ya.”

Awalnya Anggi tidak mau dan terus merengek tapi saya hiraukan. Anggi kemudian mendekati ayahnya dan ia pun tetap ribut karena ayahnya tidak mau membelikan. Perjanjian ayahnya nanti kalau Anggi baik dan main sama Ilham tidak berantem, ia boleh beli es krim. Anggi cemberut, tapi tidak sampai mengamuk dan pelan-pelan akhirnya dia malah asik bermain dengan sepupunya Ilham.

Malam harinya, Amel kakanya Anggi bertanya, “tadi di rumah bude beli mainan gak? Anggi menjawab, “Enggak karena gak boleh sama ayah sama ibu. Anggi sudah tanya tapi gak boleh, kalau boleh baru Anggi beli mainan.”

Aku yang mendengar percakapan mereka rasanya senang sekali. Tak menyangka Anggiku yang baru genap 4 tahun, yang baru lancar bicara usia 3 tahun sudah mulai paham. Agak berlebihan mungkin, karena ini hal sepele sekali. Lalu kuingat tentang salah satu artikel parenting yang pernah kubaca, jangan pelit untuk memuji anak.

Aku langsung menghampiri Anggi, aku katakan, “Anggi anak hebat, anak keren, sudah nurut sama ayah dan ibu. Anggi nurut ayah ibu lebih hebat loh dari princess-princess itu, Alhamdulillah baik terus ya nak.”
Aku tak menduga sama sekali reaksi Anggi, ia tersipu senang dan langsung memelukku. Ia berkata, “Ia aku hebat ya bu.”

Pujian berlebihan mungkin yang kulakukan, tapi tak apalah semoga hal itu menguatkan perasaannya bahwa berbuat baik itu menyenangkan. Dan agar ia termotivasi untuk berbuat baik. Jangan sampai ia hanya mengingat-ingat bagaimana orang tuanya hanya sering marah tanpa pernah memujinya.

Jangan sampai seolah-olah anak kita tak pernah berbuat baik. Anak tak selamanya kecil, namun ingatan-ingatan akan masa kecil akan mempengaruhi caranya mengambil sikap saat dewasa nanti. []

Redaktur: Wini Sulistiani

About Ummu Khadijah

Check Also

Cara Jaga Daya Tahan Tubuh Anak

Sistem kekebalan tubuh anak yang masih dalam perkembangan, membuat anak lebih rentan jatuh sakit. Apabila si Kecil sering jatuh sakit, proses tumbuh kembang tentunya tidak dapat berjalan dengan optimal.

Tinggalkan Balasan