Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Tak Ada yang Perlu Dibuktikan di Hari Valentine, Buktikan Cinta Hanya dengan Ini!

0

Pernyataan cinta dan kepastiannya tentu perlu bukti, bukankah pengadilan pun perlu bukti? Klaim tuntutan perlu bukti? Keimanan perlu bukti dan tentunya cinta juga perlu pembuktian!

Di hari kasih sayang atau yang kita kenal dengan sebutan valentine, sebagian umat muslim ikut-ikutan merayakannya dengan berbagai cara. Wal’iyadzu billah, padahal itu sama sekali tidak dikenal dalam Islam.

Jika ada mengaku mencinta tapi tidak menikahi atau segera menikahi maka itu semua hanya cinta kasih yang menjelma dalam pandangan mata yang fatamorgana.

Walaupun yang diumbar adalah sajak romantis yang mengalahkan merdu kicauan burung, walaupun sentuhan sayang yang dibelai mengalahkan tetesan embuh dan walaupun buah tangan yang diberi adalah rangkaian melati bersanggul jelita. Semuanya tanpa pernikahan adalah semi palsu bahkan tipu daya.

Mengapa? karena orang yang paling mengetahui hakikat pembuktian cinta mengatakan bukti cinta adalah menikah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada penawar yg lebih manjur bagi dua insan yg saling mencintai dibanding pernikahan“. [HR. Ibnu Majah, Al Hakim, Al Bazzar, dihasankan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Ash Shahihah, 2/196-198]

Ulama pakar hati Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullahu berkata,

وقد اتفق رأي العقلاء من الأطباء وغيرهم في مواضع الأدوية أن شفاء هذا الداء في التقاء الروحين والتصاق البدنين

“Sungguh para dokter dan yang lainnya bersepakat dalam pandangan orang-orang yang berakal mengenai pengobatan, bahwa obat dari penyakit ini [mabuk cinta] adalah bertemunya dua ruh dan menempelnya dua badan [yaitu menikah]”. [Raudhatul Muhibbin hal. 212, Darul Kutub Ilmiyah, Beirut, 1403 H, Asy-Syamilah]

Maka dari itu, pembuktian cinta bukan dengan bunga mawar yang diberikan dengan berlutut.

Bukan dengan coklat dalam bingkisan pita. Apalagi pembuktian cinta dengan melepas keperawanan, wal’iyadzu billah.

Sekali lagi, pembuktian cinta hanya dengan menikah ya ukh! []

 

Sumber: Muslimafiyah



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline