Breaking News
Foto: Mental Floss

Tunangan, Adakah dalam Ajaran Islam?

Ukhti, pertunangan dengan proses saling menukar cincin telah menjadi hal yang biasa, bahkan di kalangan umat Muslim di Negeri ini. Padahal tunangan dan tukar cincin bukanlah ajaran agama Islam. Tunangan dengan saling menukar cincin berasal dari kebudayaan barat yang notabene tidak beragama Islam.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang meniru suatu kaum (non-Islam), dia termasuk golongan mereka,” (HR Abu Dawud).

Hadits tersebut menjelaskan bahwa ketika kita meniru tradisi yang dikakukan oleh golongan selain Islam, berarti kita telah menjadi bagian dari golongan tersebut.

Di kalangan masyarakat kita, laki-laki dan perempuan yang sudah bertunangan dan bertukar cincin seakan sudah bebas bergaul, bercengkrama dan pergi berduaan. Hal ini pada akhirnya merusak tata pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Ini semua jelas tidak sejalan dengan aturan Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan bersama perempuan itu ada mahramnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas jelas melarang seorang laki-laki bersendirian dengan perempuan yang bukan mahramnya, sekalipun perempuan tersebut sudah bertukar cincin dengannya. Selain itu, bertukar cincin biasanya dilakukan secara langsung oleh yang bersangkutan, sehingga keduanya saling bersentuhan.

Sedangkan kita tahu, bahwa laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, akan berdosa apabila saling bersentuhan. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Seseorang dari kamu ditikam kepalanya dengan jarum dari besi lebih baik daripada menyentuh perempuan yang tidak halal baginya,” (HR. Thabrani).

Ukhti, Ketika seorang laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dengan sengaja bersentuhan tanpa ada udzur syar’i maka mereka berdosa, bahkan tusukan jarum besi di kepalanya lebih baik daripada siksaan yang akan mereka terima karena dosa tersebut.

Ukh, akan lebih baik jika kita meninggalkan budaya pertunangan, karena pertunangan bukanlah sebuah tuntunan dalam agama kita. Semoga Allah melindungi kita dari segala macam budaya yang mendatangkan kemadharatan untuk kita. Aamiin. []

 

Sumber: Proses Menuju Pelaminan/ Drs. Muhammad Thalib/ Penerbit: Irsyad Baitus Salam/ Bandung: 2001

About Mila Zahir

Check Also

rasa syukur, kecantikan, anugrah dari Allah

10 Bahan Alami Mencerahkan Bibir

Keindahan bibir dilihat dari bentuk dan warnanya, konon bibir dengan warna merah merona merupakaan dambaan setiap wanita. Begitu pentingnya bibir bagi penampilan kaum Hawa, bahkan membuat orang rela melakukan berbagai cara memerahkan bibir.

Tinggalkan Balasan