Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Mainan Berserakan di Rumah, Yuk Dorong Anak Membereskan Mainannya Sendiri

0

 

Baru saja lima menit rumah rapi dibersihkan dan di pel, tiba-tiba dalam sekejap kembali berantakan. Ibu-ibu yang memiliki anak kecil pasti pernah merasakan ini, terlebih jika memiliki anak lebih dari satu dengan jarak yang berdekatan. Rasanya mendambakan rumah yang rapih hanyalah angan-angan sebelum anak-anak beranjak besar.

Hal tersebut tentu wajar. Bermain adalah sarana anak-anak juga untuk belajar, tentunya dengan permainan dan mainan yang sesuai usia dan dapat merangsang tumbuh kembangnya. Namun, jika kita tidak memulai untuk membiasakan anak merapikan mainannya sendiri, hal ini akan menjadi kebiasaan yang kurang baik bagi si anak.

Pada usia 2 atau 3 tahun kita mulai dapat mendorong anak untuk terbiasa membereskan mainannya setelah selesai bermain, atau ketika akan mengganti dengan mainannya yang lain. Secara bertahap kita dapat terus membiasakan anak untuk merapikan mainannya, hal ini tentu membutuhkan kesabaran dan pembiasaan yang terus menerus.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat kita lakukan agar anak terbiasa membereskan mainnya sendiri.

1. Membuat Peraturan. Jelaskan pada anak bahwa mainan harus dirapikan sendiri setelah selesai bermain. Sampaikan pada anak bahwa dengan membereskan mainan kita berarti menjaga mainannya agar tidak hilang atau rusak. Untuk anak yang telah lebih besar di atas 5 tahun, kita bisa sampaikan jika mainannya tidak dirapihkan tidak boleh bermain di luar atau menonton TV.

2. Berikan contoh. Anak-anak masih belum memahami kalimat-kalimat perintah yang kita sampaikan. Untuk itu, ketika kita menyuruh anak untuk membereskan mainan, kita dapat sambil memberikan contoh dan mengatakannya pada anak. “Dek, bereskan mainannya ya kalau sudah selesai bermain. Kita masukkan lagi mainan ke tempatnya seperti ini. Nanti adek bisa ya bereskan mainnya sendiri, kalau sudah selesai.”

3. Susun Tempat Mainan. Pisahkan mainan-mainan sesuai jenisnya atau buatlah tempat mainan yang memudahkan anak untuk mengambil dan membereskannya. Berilah label dengan tulisan dan gambar sehingga memudahkan anak untuk mengetahui tempat-tempat mainannya.

4. Pilihkan mainan yang dimainkan hari itu. Sebelum waktu bermain anak, ada baiknya Anda menyeleksi apa yang akan mereka mainkan untuk sepanjang hari, agar tidak akan ada terlalu banyak “printilan” yang nanti harus dibereskan. Anak-anak lebih bisa memanfaatkan apa yang ada dan benar-benar memainkannya, daripada disibukkan dengan beragam pilihan yang ujung-ujungnya tidak dimainkan dan hanya dilempar kesana kemari.

5. Buat lingkungan bermain ramah anak. Menyediakan space tersendiri untuk bermain dan mainan akan memudahkan kita untuk mengontrol. Tidak perlu ruangan khusus jika memang tidak ada, kita dapat menyediakan space bermain di ruang keluarga atau kamar.

6. Jadikan permainan. Agar kegiatan membereskan mainan menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan bagi anak, mengapa tidak sekalian menjadikannya sebuah permainan? Misalnya, tantang si kecil untuk sebanyak-banyaknya mengumpulkan barang dan memasukkannya ke dalam boks hingga satu lagu selesai. Atau, Anda bisa memberikan instruksi untuk si kecil mengumpulkan 3 barang untuk babak pertama, 5 barang untuk babak kedua, dan seterusnya, dalam 10 detik.

7. Beri uluran tangan. Khususnya anak-anak yang masih terlalu kecil, mereka mungkin membutuhkan sedikit bala bantuan dari Anda untuk bisa memulai membereskan kamarnya. Tidak apa untuk menghabiskan waktu 15-30 menit bersama-sama si kecil (tergantung dari usianya) membereskan mainan dan sampah-sampahnya, di mana Anda menunjukkan kepadanya langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugasnya

Sebagai tambahan, jika anak secara rutin mendengar Anda selalu mengeluh saat Anda membersihkan rumah, seperti mencuci piring atau menyapu lantai, secara alami mereka akan mengaitkan aktivitas beres-beres sebagai kegiatan yang tidak menyenangkan dan harus dihindari sama sekali.

Usahakanlah membuat kegiatan bersih-bersih dan membereskan mainan merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bukan beban yang melelahkan.

Untuk anak usia 7 tahun ke atas, sebaiknya pekerjaan merapikan mainan tidak perlu lagi dibantu. Pada anak usia 7 tahun sudah dapat diberi tanggung jawab membereskan kamar dan tempat tidurnya. Sama seperti mengajarkan anak membaca atau menulis, membiasakan anak untuk merapikan mainan butuh kesabaran ekstra. Tentunya dengan komitmen dan kosistensi in sya Allah anak akan terbiasa dan dapat secara mandiri merapihkan mainannya tanpa perlu diingatkan kembali. Hal ini adalah bagian dari melatih tanggung jawab dan kedisiplinan. []

Sumber : hellosehat.com



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline