Breaking News
Foto: Shutterstock

Apakah Boleh Menghukum Anak dengan Memukul?

Anak adalah sebuah anugrah yang Allah berikan kepada setiap keluarga. Setiap orangtua pasti sangat menunggu kehadiran sang buah hati, tapi mengapa kita selalu mendengar kabar kekerasan terhadap anak?

Dan kekerasan yang sering terjadi berupa kontak fisik dari orangtua kepada anak. Memang dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dibolehkan untuk memukul anak, tapi ada dalam konteks yang berbeda.

“Perintahkanlah anak-anak kalian mengerjakan salat bila telah menginjak usia tujuh tahun dan pukullah mereka saat berusia sepuluh tahun karena meninggalkannya,” (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Dari hadits di atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam¬†membolehkan memukul anak jika telah berusia sepuluh tahun, akan tetapi banyak kasus kekerasan yang terjadi justru pada anak berusia di bawah sepuluh tahun.

Diperbolehkan menghukum dengan memukul anak dalam islam, tapi disini tujuannya bukanlah untuk menyakiti. Melainkan untuk membimbing anak untuk senantiasa berada dalam koridor islam.

Lalu apa syarat diperbolehkannya memberi hukuman kepada anak berupa pukulan?

1. Pukulan tidak boleh dilakukan sebelum anak menginjak usia sepuluh tahun.

Hal ini berkenaan dengan masalah meninggalkan salat, karena salat adalah rukun Islam paling besar sesudah membaca dua kalimat syahadat.

2. Berupaya meminimalkan hukuman pukulan.

Bila anak terlalu sering dipukul itu akan mengurangi keampuhan dan efektivitas hukuman pukulan, bahkan akan membuat anak terbiasa dengannya , kemudian akan membuatnya bertambah bodoh.

4. Sarana yang digunakan tidak boleh berupa cambuk yang keras atau yang ada pintalnya

5.Jangan emosi dan jangan memukul bagian sensitif.

Memukul anak dalam kondisi emosi selain tidak bermanfaat, juga akan menimbulkan rasa antipati dan kebencian dalam diri anak.

Selain itu, pukulan juga tidak boleh mengarah ke bagian yang sensitif seperti kepala, leher dan kemaluan. Karena jika pukulan diarahkan ke bagian tersebut akan menimbulkan cacat permanen pada diri anak, bahkan akan menghantarkan pada kematian.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian memukul, maka hindarilah bagian wajah,” (HR.Muslim, Abu Dawud dan Ahmad).

Dari penjelasan di atas, pukulan memang boleh dilakukan dengan syarat-syarat tersebut, namun bersabar serta menahan diri adalah lebih baik.

Loading...

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ¬†bersabda, “Seseorang yang kuat bukanlah orang yang dapat membanting orang lain, tetapi, orang yang kuat ialah yang mampu mengendalikan dirinya saat sedang marah,” (HR. Bukhari)

Tapi, terlepas boleh atau tidak kita menghukum anak dengan memukul, hendaknya kita tidak melakukannya, terkecuali atas dasar anjuran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. []

 

Sumber: suara-islam.com



Artikel Terkait :

About FERRY ARDIYANTO KURNIAWAN

Check Also

hambatan belajar anak

Apakah Anak Anda Alami Depresi?

Sama seperti orang dewasa anak-anak mengalami perubahan perasaan. Mereka bisa merasa bosan, cemas, sedih, kecewa, malu, dan takut. Orang dewasa yang memiliki kematangan psikologis cenderung tahu bagaimana mengontrol perasaan-perasaan tersebut. Sementara anak-anak, cenderung belum bisa mengontrol dan mengelolanya dengan cara yang baik dan sehat. Penting untuk mengajari mereka keterampilan menghadapi ketakutan, menenangkan diri, dan menghibur diri.

Tinggalkan Balasan