Breaking News
Foto: public.iastate.edu -

Ketika Istri-istri Rasulullah Meminta Tambahan Nafkah

 

Banyak diriwayatkan bahwa Rasulullah dan isteri-isterinya hidup sederhana, atau boleh di bilang sangat sederhana. Ada kalanya ia datang ke rumah isterinya dan menanyakan apa adakah makanan, dan isterinya menjawab tidak ada. Aisyah mengatakan bahkan tidak pernah ada makanan yang disimpan di rumahnya untuk tiga hari berturut-turut.

Pada suatu hari Umar dan Abu Bakar menemui Rasulullah di rumahnya. Sesampainya di sana, ternyata Rasul sedang dikelilingi para istrinya, sementara wajah beliau terlihat resah. Umar pun bermaksud mencandainya agar Rasul tertawa. Umar berkata, “ Ya Rasulullah, jika istri saya meminta uang belanja kepada saya maka akan saya sakiti lehernya.”

Benar saja Rasul tertawa mendengarnya, kemudian beliau mengatakan, “Tahukah kau wahai Umar, mereka (para istri beliau) sekarang berada di sekelilingku juga sedang meminta uang belanja.”

Umar dan Abu bakar pun melotot ke arah putri-putri mereka. Kemudian Umar–dengan bercanda– menyakiti leher Hafshah, putrinya yang juga istri Rasulullah, sementara Abu Bakar menyakiti leher Aisyah.
Umar mengatakan, “Engkau telah meminta apa yang tidak ada pada diri Rasulullah!

Karena peristiwa ini Rasulullah mengasingkan diri tidak menemui isteri-isterinya selama 29 hari (dalam riwayat lainnya 30 hari). Rasulullah marah dengan sikap isteri-isterinya. Hingga akhirnya Allah menurunkan surah al–Ahzab ayat 28 dan 29.

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, “Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut’ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar.”

Rasulullah kemudian mendatangi Aisyah pertama kali dan Aisyah memilih untuk bersama Rasul dan memilih akhirat. Begitupun dengan isteri-isteri yang lain memilih Rasul dan akhirat di sisi mereka.
Renungkanlah, tentu bukan kita tak boleh meminta tambahan nafkah pada suami.

Jika melihat pada Rasulullah, beliau adalah seorang yang zuhud, dia pun tak ingin menikmati kesenangan di dunia karena dia ingin kesenangan yang lebih kekal di surga. Dia pun berharap agar isteri-isterinya bersabar dan hidup sekadarnya sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

Bagi kita hikmahnya adalah saat meminta tambahan uang belanja pada suami, lihatlah kondisi suami. Jika memang karena inflasi dan semua barang kebutuhan pokok naik, maka ini dapat kita sampaikan. Namun, jika kemudian kita meminta tambahan hanya karena ingin berjalan-jalan atau kebutuhan hiburan lain, maka berpikirlah kembali dan sesuaikanlah dengan kemampuan suami. []

Sumber: Kisah 35 Sahabiyah, Syaikh Mahmud Al Misri, Ummul Qura.
Redaktur: Wini Sulistiani

About Ummu Khadijah

Check Also

7 Tanda Suami Punya Selingkuhan

Suami dinyatakan selingkuh bukan sekadar karena kamu sebagai istri merasa ia berbeda. Harus ada bukti nyata sampai seorang istri bisa mengatakan suaminya berselingkuh.

Tinggalkan Balasan