Breaking News
Foto: Buah hatiku, Surgaku - Blogspot

Pentingnya Pendidikan Sosial untuk Anak

 

Mengapa anak butuh pendidikan sosial? Bukankah yang butuh kehidupan sosial adalah orang-orang dewasa?

Dr khalid menyampaikan bahwa definisi pendidikan sosial adalah proses pembentukan kepribadian bersosial dan penyiapan anak agar tumbuh menjadi bagian yang sholih di dalam masyarakat. Ank yang akan mengetahui kewajiban dan melakukannya serta mengetahui hak-haknya dalam bermasyarakat.

Pendidikan sosial tidak bisa dilepaskan dari at Tarbiyyah am nafsiyyah yaitu pendidikan diri pribadi anak.
Keluarga itu layaknya seperti negara dalam lingkup kecil. Ada rakyatnya yaitu anak-anak, ada pemimpinnya yaitu ayah, ada mentrinya yaitu ibu. Semua memiliki peran, hak juga kewajiban yang harus dijalankan.

Terlewatnya pendidikan sosial anak akan mengakibatkan lemahnya kepekaan sosial anak. Jika ini terjasi maka yang muncul berikutnya adalah kerenggangan sosial. Kekeluargaannya kurang, keakrabannya juga kurang. Dan yang terjadi kemudian sulit untuk beramal jama’i atau sulit bersinergi.Masing-masing sibuk dengan diri sendiri, tanpa peduli apa yang terjadi kepada orang lain.

Sementara dalam Islam kepekaan sosial menjadi bagian dari akhlak. Jika tidak ada pendidikan sosial pada anak maka tidak akan muncul kepekaan bahwa,  “Orang muslim dengan muslim yang lain itu bagaikan satu tubuh. Jika bagian yang satu sakit, maka bagian tubuh yang lain merasakan sakit pula.”

Dan tidak muncul pula anak-anak yang berpikir, “orang muslim itu cermin buat muslim yang lain.” Ketika adakotoran di kening kita tak terlihat oleh muslim yang lain. Cuek. Diam saja dan tidak ditegor atau tidak dinasihati.

Karena tak ada pendidikan sosial umatpun akan terbelakang. Meskipun hadir anak-anak yang sholih tetapi tidak menjadi penghubung sinerginya dengan muslim yang lain. Sehingga umat ini lemah dan terbelakang.
Tidak lahirnya generasi pemimpin dari masing-masing keluarga.

Karena itu berikanlah pendidikan sosial bagi anak-anak dimulai dengan interaksinya di dalam keluarga bersama orang tua dan pada saudaranya.[]

Disarikan dari kajian oleh Ustadz Herfi Ghulam Faizi, Lc.
Redaktur: Wini Sulistiani



Artikel Terkait :

About Ummu Khadijah

Check Also

hambatan belajar anak

Apakah Anak Anda Alami Depresi?

Sama seperti orang dewasa anak-anak mengalami perubahan perasaan. Mereka bisa merasa bosan, cemas, sedih, kecewa, malu, dan takut. Orang dewasa yang memiliki kematangan psikologis cenderung tahu bagaimana mengontrol perasaan-perasaan tersebut. Sementara anak-anak, cenderung belum bisa mengontrol dan mengelolanya dengan cara yang baik dan sehat. Penting untuk mengajari mereka keterampilan menghadapi ketakutan, menenangkan diri, dan menghibur diri.

Tinggalkan Balasan