Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Lama Belum Diberi Keturunan, Cobalah Mandi Hujan

0

Hujan adalah rahmat, hujan yang tercurah ke bumi adalah anugerah. Dengan hujan tanah menjadi subur dan tanaman atas izin Allah dapat tumbuh dan berkembang. Air hujan pun memiliki banyak manfaat bagi manusia, seperti mengusir gangguan setan dan juga dapat menjadi terapi bagi yang telah lama mendamba keturunan.

Mandi hujan atau hujan-hujanan, atas izin Allah dapat menjadi salah satu terapi bagi pasangan suami isteri yang telah lama belum diberi keturunan. Sebagaimana terdapat dalam Alquran Surat Nuh 10-12.

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

“Maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, ” (QS Nuh : 10)

يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

“Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, ” (QS Nuh : 11)

وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

“Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.” ” (QS Nuh : 12)

Manusia hakikatnya Allah ciptakan dari tanah. Dan hujan pun disebutkan oleh Allah dapat menyuburkan tanah. Pada ayat ke 11 dan 12 surat Nuh, Allah akan menurunkan hujan yang lebat dari langit, Dia akan memperbanyak harta dan anak-anakmu.

Dalam Quran surat Al-Baqarah ayat 223 Allah pun menyebutkan bahwa isteri sebagai tempat bercocok tanam.

“Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.” [Q.S. al-Baqarah: 223]

Kala hujan turun lebat dan saat-saat pertama turun adalah waktu yang terbaik. Keluarlah bersama pasangan, sambutlah air hujan yang turun dari langit. Berdoalah sebanyak-banyaknya karena inilah salah satu waktu yang mustajab. []

Redaktur: Wini Sulistiani



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline