Breaking News
Foto: MuslimMatters.org

Pandangan Islam Mengenai Kepemimpinan Bagi Muslimah

Pada era modern ini, keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor pekerjaan semakin meningkat. Mulai dari tingkatan pekerjaan yang tinggi maupun rendah.

Apalagi sejak adanya manifestasi emansipasi wanita, semua kehidupan laki-laki dan perempuan dipandang sama, baik dalam hal pekerjaan maupun pendidikan.

Jika kita bertanya kepada orang-orang mengenai fenomena tersebut, mungkin akan mendapatkan jawaban yang cukup beragam, baik yang pro maupun kontra. Nah, sebagai seorang muslim lantas bagaimana sebaiknya kita melihat fenomena ini?

Jawaban terbaik adalah kembali bersandar pada Al-quran, Hadist Nabi dan tafsir dari ulama yang akan kita bahas di bawah ini:

Dalil Kepemimpinan Perempuan dalam Islam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jauh sebelumnya telah berpesan dalam sabdanya yang berbunyi, “Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan mereka kepada seorang wanita,” (Shahih, HR. Bukhari No. 4425).

Dalam surat An Nisaa’ ayat 34 juga terdapat dalil lain yang menunjukkan bahwa laki-laki adalah pemimpin wanita yaitu, “Kemudian jika mereka (para istri) mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.”

Hadits dan ayat di atas menunjukkan bahwa istri harus menaati suaminya, bukan sebaliknya suami harus mentaati istri.

1. Allah melebihkan derajat laki-laki daripada wanita

“Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,” (QS. Al Baqarah: 228).

2. Para Nabi dan Rasul adalah laki-laki

“Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri,” (QS. Yusuf : 109).

3. Para istri Nabi berada di bawah kekuasaan para Nabi

“Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing),” (QS. At Tahrim : 10).

Kata-kata di bawah dalam ayat ini menunjukkan bahwa wanita itu dipimpin, bukan yang memimpin. Ketentuan ini bukan hanya syari’at Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam, namun juga ini adalah ketentuan nabi terdahulu yaitu Nabi Nuh ’alaihis salam.

4. Warisan laki-laki setara dengan dua wanita

Loading...

“Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan,” (QS. An Nisa’ : 11). []

 

Sumber: fimadani.com



Artikel Terkait :

About FERRY ARDIYANTO KURNIAWAN

Check Also

Mengajarkan Adab Masuk Kamar Mandi pada Anak

Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki kamar mandi, lalu dia mengucapkan 'bismillah'

Tinggalkan Balasan